Mendiktisaintek: Peran Guru Besar sebagai Lokomotif Riset

Kabar

13 February 2026 | 19.30 WIB

Mendiktisaintek: Peran Guru Besar sebagai Lokomotif Riset

Yogyakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan peran krusial para akademisi dalam mengakselerasi kemajuan bangsa, melalui penguatan ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Forum Dewan Guru Besar Indonesia di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (13/2).


Dalam arahannya, Menteri Brian menyebut gelar Guru Besar bukan sekadar pencapaian jabatan akademik tertinggi, melainkan ujung tombak tridarma yang harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

"Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada bapak ibu sekalian karena Dewan Guru Besar ini adalah Guardian of Value (penjaga nilai, red) yang menjaga nilai-nilai utama pendidikan tinggi," tutur Mendiktisaintek di hadapan para Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Menteri Brian juga menyoroti perbedaan fundamental ekosistem riset di Indonesia dibandingkan negara maju. Lebih lanjut ia mendorong para akademisi untuk tidak terjebak dalam rutinitas administratif atau perebutan jabatan struktural, melainkan fokus pada gairah (passion) meneliti. Di negara maju, produktivitas profesor sangat ditentukan oleh kemampuan meraih hibah penelitian (research grant) yang kompetitif.

Salah satu poin transformasi yang menjadi fokus utama adalah pergeseran industri di Indonesia. Mendiktisaintek meminta agar sektor industri bertransformasi dari sekadar trading industry (industri perdagangan) menjadi industri berbasis produksi yang ditopang oleh riset yang mendalam.

“Saat ini, anggaran riset di Indonesia masih didominasi oleh pengeluaran pemerintah. Kita perlu mendorong peran swasta lebih besar, sebagaimana di negara seperti Turki, di mana 70% anggaran riset berasal dari sektor swasta,” kata Menteri Brian.

Dalam forum tersebut, Mendiktisaintek juga memberikan apresiasi khusus kepada para dosen dari kampus di wilayah daerah, seperti Universitas Timor, yang mampu menembus jurnal internasional dengan impact factor tinggi. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan fasilitas bukan merupakan penghalang untuk mengukir prestasi di level global.

Menutup arahannya, Mendiktisaintek mengajak para Guru Besar untuk memiliki visi yang melampaui angka-angka statistik atau penghargaan semata. Terinspirasi dari para peraih Nobel, beliau berpesan agar semangat utama dalam meneliti adalah kebahagiaan dalam berkarya dan keinginan murni untuk berkontribusi bagi kemanusiaan.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang