Jakarta — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menemui salah satu penerima Beasiswa Garuda, yang telah mengembangkan riset sejak jenjang sekolah. Adalah Imran, Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan tersebut berencana akan melanjutkan pendidikan di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) pada bidang Electrical Engineering, Senin (10/8).
Dalam pertemuan tersebut, Imran mempresentasikan Robot Gambut, purwarupayang dikembangkan untuk mendeteksi kebakaran di bawah permukaan tanah, sekaligus melakukan pemadaman awal. Robot berbentuk pipa ini dilengkapi sejumlah sensor dan sistem komunikasi LoRa. Ketika mendeteksi indikasi kebakaran, sistem dapat mengirimkan data dan mengaktifkan pompa untuk pemadaman awal. Inovasi tersebut dikembangkan untuk merespons persoalan kebakaran gambut yang dapat terjadi di bawah permukaan tanah.
Imran menjelaskan, gagasan Robot Gambut mulai dikembangkan sejak SMP setelah ia mengetahui bahwa kebakaran gambut dapat terjadi di bawah permukaan tanah. Saat SMA, ia memperdalam Fisika dan Matematika untuk mendukung pengembangan robotika tersebut.
“Jadi dari SMP itu mulai, lalu di SMA saya menempuh di Fisika dan Matematika untuk memperdalam ilmu saya mengenai robotikanya ini, dan jadilah sampai sekarang,” tutur Imran.
Selain Robot Gambut, Imran mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk membantu deteksi awal kanker mulut dan lidah. Ia berencana melanjutkan pengembangan minat risetnya melalui studi Electrical Engineering di KAIST nantinya.
Mendiktisaintek menilai purwarupaRobot Gambut merupakan langkah awal yang baik, untuk terus dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan teknis dan penerapannya di lapangan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah radius cakupan alat.
“Ini artinya sebagai awal bagus ya, nanti dikoordinasikan saja dengan pihak terkait, supaya tahu kebutuhannya seperti apa, karena radiusnya juga harus menjadi isu,” ujar Menteri Brian.
Menteri Brian juga berpesan agar kesempatan yang diperoleh melalui Beasiswa Garuda, dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman selama belajar di luar negeri.
“Bagus juga di sana belajar banyak hal. Mumpung teknologinya sangat canggih, sering-sering datang ke laboratorium, belajar banyak hal, dan juga belajar dari masyarakat serta budaya pendidikan yang sangat hebat. Semoga selesai,” pesan Menteri Brian.
Beasiswa Garuda merupakan program beasiswa yang bertujuan memberikan akses, dan peluang berprestasi seluas-luasnya kepada putra-putri Indonesia, serta menjadi bagian dari ekosistem pengembangan sains dan teknologi Indonesia. Sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus memperkuat pengembangan talenta dan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak





