Mendiktisaintek Terima MWA dan Rektor UGM, Bahas Penguatan Kualitas Pendidikan Tinggi

Kabar

18 September 2026 | 14.45 WIB

Mendiktisaintek Terima MWA dan Rektor UGM, Bahas Penguatan Kualitas Pendidikan Tinggi

Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menerima jajaran Majelis Wali Amanat (MWA) dan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia untuk membahas capaian kinerja, penguatan tata kelola, serta arah pengembangan ekosistem pendidikan tinggi, Jumat (18/9).


Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara kementerian dan perguruan tinggi dalam mendorong pendidikan tinggi berkualitas, serta kontribusi kampus bagi pembangunan nasional.


Mendiktisaintek menyampaikan bahwa MWA memiliki peran penting dalam mendukung rektor, dan jajaran perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja institusi secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan perguruan tinggi membutuhkan sinergi antara MWA, rektorat, senat akademik, dewan guru besar, dan seluruh unsur sivitas akademika.


“Harapan masyarakat terhadap perguruan tinggi sangat besar, untuk menjadi katalis untuk melahirkan talenta yang kelak menjadi lokomotif kemajuan bangsa. Tentu kita berharap peran ini bisa terus berjalan, dan ditingkatkan,” ujar Menteri Brian.


Mendiktisaintek juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kemampuan dalam mengubah pengetahuan, dan riset menjadi nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pengembangan ekosistem sains dan teknologi dipandang perlu diikuti dengan pengelolaan kekayaan intelektual, penguatan kerja sama dengan industri, serta upaya hilirisasi hasil penelitian.


Pada pertemuan tersebut, Rektor UGM, Ova Emilia menyebut pihaknya terus melakukan transformasi arsitektur kelembagaan berbasis fungsi dan kebutuhan masyarakat, disertai dengan digitalisasi untuk mendukung pengembangan skema intelligent university. Upaya tersebut dilakukan melalui penyesuaian kurikulum, penguatan literasi bahasa asing, peningkatan paparan internasional, mobilitas mahasiswa, pendidikan inklusif, serta rekrutmen afirmasi bagi mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 


Pendekatan ini diarahkan untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran sekaligus menyiapkan lulusan agar mampu merespons kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat yang terus berubah.


“Untuk bidang pendidikan, utamanya programnya adalah peningkatan kualitas lulusan yang memiliki daya saing global. Contohnya adalah program literasi bahasa dengan wajib bahasa Inggris dan satu bahasa tambahan lain, sehingga bisa menjadi daya tarik saat lulusan mencari kerja,” jelas Rektor UGM.


Ke depan, Rektor UGM menyampaikan sejumlah agenda penguatan, antara lain peningkatan kualitas dan proporsi pendidikan pascasarjana, penataan program studi agar lebih efisien dan fleksibel, pembaruan peralatan laboratorium, serta penguatan dukungan lintas sektor untuk mempercepat hilirisasi hasil riset.


Menanggapi paparan tersebut, Mendiktisaintek menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian dan gagasan pengembangan UGM. Praktik baik yang telah dikembangkan UGM didorong agar dapat menjadi pembelajaran bagi perguruan tinggi lainnya.


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara Kemdiktisaintek dengan kampus untuk mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, berdaya saing global, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang