Mitra Binaan UNDIP di Jepara Tembus Ekspor Teri ke Jepang dan Singapura, Tingkatkan Daya Saing Nelayan Lokal

Kampus Kita

15 Juni 2026 | 21.00 WIB

Mitra Binaan UNDIP di Jepara Tembus Ekspor Teri ke Jepang dan Singapura, Tingkatkan Daya Saing Nelayan Lokal

UNDIP, Jepara (15/06) – Kerja sama Universitas Diponegoro (UNDIP) Marutetsu Co., Ltd. dan Nichiyo Trading Co., Ltd, dengan dua perusahaan Jepang yang bergerak di bidang industri perikanan, berhasil membina perusahaan lokal, hingga mampu melakukan ekspor produk hasil laut ke pasar internasional. Melalui program pendampingan yang dikembangkan di Marine Science Techno Park (MSTP) UNDIP Jepara, mitra binaan UNDIP kini secara rutin mengekspor ikan teri nasi ke Jepang dan Singapura, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang terlibat dalam rantai produksi.

Hingga Juni 2026, mitra binaan UNDIP telah melaksanakan ekspor sebanyak sembilan kali ke Jepang dan Singapura. Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting dalam penguatan kapasitas industri perikanan lokal yang sebelumnya hanya berorientasi pada pasar domestik. Produk ekspor yang dipasarkan saat ini masih berupa ikan teri nasi, namun UNDIP terus mendorong diversifikasi produk untuk memperluas akses pasar internasional.

Untuk meningkatkan variasi produk ekspor, tim UNDIP bersama mitra industri saat ini aktif mengikuti berbagai kegiatan promosi dan penjajakan pasar internasional. Pada Agustus 2026, produk hasil perikanan binaan UNDIP akan dipamerkan di Jepang melalui fasilitasi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Sebelumnya, tim juga mengikuti kegiatan promosi dagang di Taiwan pada 24–29 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya membuka peluang pasar baru bagi produk perikanan Indonesia.

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UNDIP tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekspor produk perikanan, tetapi juga memperkuat kapasitas industri lokal agar mampu bersaing secara mandiri di pasar global dan mendorong kolaborasi riset UNDIP dengan Industri.

“Tujuan kami bukan sekadar mengirim produk ke luar negeri, tetapi membangun ekosistem ekonomi biru yang berkelanjutan yang berdampak positif secara sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan teknologi, peningkatan kualitas produk, serta akses pasar internasional, pelaku usaha lokal dapat meningkatkan daya saingnya dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam mendukung pengembangan industri perikanan berorientasi ekspor, UNDIP menyediakan berbagai fasilitas produksi di kawasan Marine Science Techno Park Jepara, antara lain cold storage, ruang pengolahan (processing room), serta ruang pendingin yang digunakan untuk menjaga kualitas produk sesuai standar pasar internasional. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari dukungan UNDIP dalam membangun rantai produksi yang memenuhi persyaratan ekspor, khususnya untuk pasar Jepang yang dikenal memiliki standar mutu yang sangat ketat.

Kepala Badan Pengelola Kampus UNDIP Jepara, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor yang dilakukan mitra binaan UNDIP menunjukkan transformasi peran Kampus Jepara yang kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan akademik.

“Kami sedang melakukan transformasi Kampus UNDIP yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga sekaligus menjadi Kawasan Sains, Teknologi, dan Inkubasi Bisnis di bidang perikanan. Inkubasi Bisnis inilah yang diharapkan memberikan manfaat sosial-ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Keberhasilan program ini juga diperkuat melalui inisiasi kolaborasi riset internasional antara UNDIP dengan salah satu universitas di Jepang, Kanazawa University. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi dan inovasi produk perikanan, guna meningkatkan nilai tambah hasil laut serta memperluas jenis produk yang berpotensi diekspor di pasar internasional.

Program ini memberikan dampak sosial ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Dalam proses pengolahan dan penjaminan mutu produk ekspor, ratusan warga pesisir pantai utara (pantura) Jawa,  terlibat secara langsung, sebagian besar merupakan perempuan yang berperan dalam proses sortasi, pengolahan, pengeringan hingga pengemasan produk.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat, UNDIP terus membuktikan bahwa inovasi harus hadir sebagai solusi yang memperkuat ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan program ini menjadi wujud komitmen UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaatdalam mendukung pengentasan kemiskinan serta pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 9 (Industru Inovasi dan Infrastruktur) melalui pembangunan ekonomi pesisir yang inklusif dan berkelanjutan (Komunikasi Publik/ UNDIP/ ed. Nurul)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

Hilirisasi dan Industrialisasi

/

5

Ulas Sekarang