Banjarbaru – Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII Tahun 2025 resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek di Auditorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (6/10) siang.
Acara yang digelar dengan khidmat tersebut menandai dimulainya ajang kompetisi nasional bergengsi yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dalam semangat Qur’ani dan kebangsaan.
Pembukaan ini dihadiri juga oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, jajaran pimpinan daerah, para rektor, dewan hakim, tokoh masyarakat, serta peserta dari seluruh wilayah Indonesia.
Acara diawali dengan penampilan defile peserta, di mana perwakilan setiap perguruan tinggi membawa bendera institusinya sebagai simbol persaudaraan dan keberagaman dalam bingkai nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi menyampaikan apresiasi tinggi kepada Universitas Lambung Mangkurat selaku tuan rumah, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQMN XVIII.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada Universitas Lambung Mangkurat sebagai tuan rumah, kepada Dewan Hakim, panitia, LLDIKTI, pemerintah daerah, serta seluruh perguruan tinggi peserta yang telah menyiapkan diri dengan semangat luar biasa,” ujar Dirjen Dikti.
Dirjen Khairul menegaskan bahwa MTQMN bukan sekadar ajang perlombaan membaca, menulis, atau menghafal Al-Qur’an, melainkan wahana pembinaan karakter, spiritualitas, integritas, dan jiwa kebangsaan mahasiswa Indonesia.
Tema kegiatan tahun ini, “MTQMN sebagai Penguat Karakter Qurani Mahasiswa yang Berdampak menuju Indonesia Emas,” menggambarkan peran strategis MTQMN dalam menyelaraskan pendidikan tinggi dengan pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia 2045.
“Mahasiswa yang hadir di Banjarmasin ini merupakan hasil seleksi dari ribuan peserta di seluruh Indonesia. Mereka bukan hanya para penghafal dan pembaca Al-Qur’an terbaik, tetapi juga generasi muda yang membawa misi keilmuan dan moral Qur’ani di lingkungan kampus,” jelas Dirjen Dikti.
Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri, turut menyampaikan harapannya agar ajang MTQMN XVIII tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan.
“Kami percaya, MTQMN adalah wadah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa, sekaligus melahirkan karya serta inovasi mahasiswa yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjunjung sportivitas, kejujuran, dan akhlak mulia selama berlangsungnya kompetisi, serta mendorong mahasiswa untuk menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di kampus dan masyarakat.
Lebih lanjut, Dirjen Dikti menegaskan komitmen Kemdiktisaintek dalam mendukung program pembentukan karakter berbasis nilai agama di perguruan tinggi. Menurutnya, pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, etika, dan kepedulian sosial.
“Penguatan sinergi antara pendidikan tinggi, kebijakan nasional, dan nilai-nilai keagamaan adalah kunci untuk melahirkan insan berilmu, beriman, dan berintegritas,” tegasnya.
Dirjen Dikti juga berharap pelaksanaan MTQMN XVIII dapat menjadi momentum untuk menebarkan nilai-nilai Qur’ani ke masyarakat melalui mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Kami yakin, MTQMN XVIII akan melahirkan para juara yang tidak hanya unggul dalam bacaan dan hafalan, tetapi juga menjadi agen transformasi karakter Qur’ani di kampus dan masyarakat,” pungkas Dirjen Dikti.
Tahun ini, sebanyak 1.500 mahasiswa dari 194 perguruan tinggi di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam 15 cabang musabaqah, di antaranya Tilawatil Quran, Tartil Quran, Hifzhil Quran (10, 20, dan 30 juz), Qiraat Sab’ah, Khathil Quran (kaligrafi) Dekorasi dan Kontemporer, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al Quran, Debat Ilmiah Kandungan Al Quran (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris), Desain Aplikasi Komputer Al Quran, serta Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW.
Selain perlombaan utama, MTQMN XVIII 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung pada 6–9 Oktober 2025, seperti Tabligh Akbar bersama Ustad Das’ad Latif, Sarasehan Pimpinan Kemahasiswaan bertema “Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Penguatan MTQ Mahasiswa Nasional”, serta Seminar Nasional “Generasi Quran, Generasi Emas: Menginspirasi Gen Z Menuju Indonesia 2045.”
Penutupan akan digelar pada Kamis (9/10/2025) di Auditorium ULM Banjarbaru dengan pengumuman pemenang dan penyerahan piala bergilir juara umum.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif





