Tanah Datar — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu (21/12/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian institusi pendidikan tinggi terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat akibat bencana alam. Program ini menjadi implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus wujud dukungan terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktisaintek) Bidang Sains dan Teknologi dalam mendorong terwujudnya konsep kampus berdampak. Melalui program ini, ISI Padangpanjang menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga hadir langsung memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bantuan logistik yang disalurkan berupa berbagai kebutuhan dasar masyarakat sebagai respons cepat terhadap situasi darurat pascabencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga yang terdampak, sekaligus meringankan beban mereka dalam menghadapi masa pemulihan. Proses pendistribusian dilakukan melalui koordinasi yang intensif dengan perangkat nagari, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat pada situasi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial institusi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam merespons persoalan kemanusiaan, terutama ketika masyarakat berada dalam kondisi rentan akibat bencana. “Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana ini, ISI Padangpanjang berupaya hadir secara nyata di tengah masyarakat yang terdampak. Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi serta mendukung kebijakan Ditjen Diktisaintek tentang kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat,” ujar Rektor. Lebih lanjut, Rektor berharap bantuan logistik yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat Nagari Guguak Malalo serta memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial dalam proses pemulihan pascabencana. Ia juga menegaskan bahwa ISI Padangpanjang akan terus berupaya berkontribusi melalui berbagai program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat setempat dan perangkat nagari, yang mengapresiasi kehadiran civitas akademika ISI Padangpanjang di tengah kondisi darurat.
Kehadiran perguruan tinggi dinilai memberikan dukungan moral sekaligus membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana ini, ISI Padangpanjang menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif, peduli, dan responsif terhadap dinamika sosial. Program ini sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi yang berdampak, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemanusiaan, di mana perguruan tinggi hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.






