Politeknik Negeri Jember (Polije) menerima kunjungan kerja sama dari PT Pesona Khatulistiwa Nusantara di Ruang Sidang Senat Polije. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mengelola lahan pascatambang di Kalimantan Utara.
General Manager Support PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, Yonie Utomo, mengapresiasi sambutan hangat Polije atas kerja sama yang telah terjalin. Perusahaannya kini fokus mengembangkan lahan reklamasi seluas 600–700 hektare menjadi kawasan bernilai ekonomi melalui sektor peternakan, perkebunan kakao, hingga hilirisasi produk cokelat.
“Kami mengembangkan reklamasi bernilai ekonomi seperti peternakan sapi bali dan perkebunan kakao. Upaya ini bersinergi dengan program ketahanan pangan nasional,” ujar Yonie.
PT Pesona Khatulistiwa Nusantara juga menyiapkan SDM lokal dengan mengirimkan mahasiswa dari desa sekitar tambang untuk kuliah di Polije. Saat ini, sebanyak 23 mahasiswa sedang menempuh pendidikan di Polije agar nantinya mereka mampu mengelola program pengembangan daerah secara berkelanjutan.
Advisor PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, Gatot Hari Priowirjanto, menekankan pentingnya pendekatan teknologi dan pemanfaatan data dalam kolaborasi ini. Ia berharap dosen pendamping mampu membimbing mahasiswa untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan melalui riset dan inovasi berbasis teknologi.
“Program kami arahkan pada penguatan ekonomi desa melalui pertanian organik. Mahasiswa dan dosen diharapkan mengidentifikasi masalah lapangan serta menyusun solusi melalui riset ilmiah,” jelas Gatot.
Direktur Polije, Saiful Anwar, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari ekspansi pendidikan vokasi Polije. Saat ini, Polije memiliki total 13.190 mahasiswa yang tersebar di enam kampus berbeda, mulai dari Jember hingga Nusa Tenggara Timur.
Polije memperkuat identitas sebagai kampus vokasi berbasis Teaching Factory (Tefa) dengan menghadirkan suasana industri nyata di dalam kampus. Model pembelajaran tersebut mendominasi praktik sebesar 80% melalui skema Project Based Learning (PBL) agar mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami menghadirkan kawasan industri di dalam kampus agar mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi sesuai standar industri,” tegas Saiful Anwar.
Melalui kerja sama ini, Polije dan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara menargetkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat luas. Keduanya sepakat untuk mengembangkan kampus lapangan di kawasan pascatambang sebagai pusat pembelajaran terapan bagi mahasiswa di masa depan.






