Politeknik Negeri Jember (Polije) menjalin sinergi dengan PLTSa Bantar Gebang dalam pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis pengolahan sampah. Kolaborasi ini diarahkan pada pemanfaatan limbah organik maupun anorganik menjadi sumber listrik sebagai bagian dari komitmen Polije mewujudkan Green Campus dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui Program Studi Teknik Energi Terbarukan (TET), Polije mengembangkan sistem konversi sampah menjadi uap yang dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin generator. Anggota Dewan Pertimbangan Polije, Ir. Michael Joko Wibowo, M.T., menyatakan bahwa sumber daya keahlian internal kampus memiliki kapasitas memadai untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah melalui pendekatan teknologi tersebut.
“Teknologi ini sangat memungkinkan diterapkan di Polije dengan dukungan dosen-dosen yang memiliki kompetensi di bidang TET, sehingga sampah yang belum terolah dapat ditekan hingga mendekati konsep zero waste,” ujar Michael.
Sementara itu, Ketua Tim SDGs Polije, Wendy Triadji Nugroho, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., menilai kerja sama ini berperan strategis dalam mempercepat penguatan budaya ramah lingkungan berbasis inovasi teknologi. Saat ini, fokus kolaborasi diarahkan pada pemantapan implementasi teknologi PLTSa secara mandiri di kawasan kampus.
“Sinergi ini menjadi langkah penting untuk mendukung terwujudnya Green Campus sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui penerapan teknologi energi terbarukan yang berkelanjutan,” kata Wendy.
Ke depan, Polije menargetkan capaian konkret berupa pengembangan prototipe mesin PLTSa hasil inovasi internal kampus. Inisiatif ini menegaskan komitmen Polije dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis produksi yang tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga sehat dari sisi bisnis.





