Riset dan Talenta Unggul, Wujud Peran Kampus dalam Mendukung Transformasi Ekonomi

Kabar

19 Oktober 2026 | 09.45 WIB

Riset dan Talenta Unggul, Wujud Peran Kampus dalam Mendukung Transformasi Ekonomi

Medan— Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi ekonomi melalui riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Namun, kontribusi tersebut perlu selaras dengan kebutuhan industri serta persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di daerah. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam sarasehan bersama Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, di Universitas Medan Area (UMA), Jumat (16/10).


Dalam paparannya, Sesjen Badri menekankan bahwa transformasi ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kampus perlu mengambil peran dalam membantu pemerintah daerah mengidentifikasi persoalan dan mengembangkan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan, riset, serta teknologi.


“Transformasi ekonomi ini bukan tanggung jawab Presiden saja, bukan tanggung jawab menteri saja, tetapi tanggung jawab kita bersama. Perguruan tinggi harus berpartisipasi aktif. Yang dimaksud dengan berdampak seperti yang diminta Presiden, jadilah perguruan tinggi menjadi asisten-asisten pembangunan di daerah,” ujar Sesjen Badri.


Menurut Sesjen Badri, kontribusi kampus dapat dimulai dari persoalan konkret yang dihadapi pemerintah daerah. Pimpinan perguruan tinggi perlu membangun komunikasi dengan pemerintah setempat, untuk memetakan kebutuhan dan menghubungkannya dengan kepakaran yang ada di kampus, sehingga riset, dapat diarahkan pada solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.


Sesjen Badri mencontohkan persoalan pengelolaan sampah dan parkir sebagai isu, yang dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui kajian dan penerapan teknologi, kampus dapat membantu mengembangkan solusi sekaligus membuka peluang penciptaan nilai tambah ekonomi.


“Mohon kami difasilitasi untuk berkomunikasi dengan skema semua pendekatan solusinya berbasis sains dan teknologi. Ketika berbasis sains dan teknologi, tentunya akan ada nilai tambah yang lebih,” jelas Sesjen Badri.


Sesjen Badri juga menyoroti pentingnya keterhubungan antara riset perguruan tinggi, kebutuhan industri, dan pengembangan kompetensi lulusan. Menurutnya, pemetaan kebutuhan SDM dan penguatan inovasi perlu dilakukan agar pendidikan tinggi dapat berkontribusi lebih besar terhadap transformasi ekonomi Indonesia.


Sarasehan tersebut turut dihadiri oleh sivitas akademika UMA, termasuk pimpinan universitas, dekan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Rektor UMA, Dadan Ramdan, menekankan pentingnya memastikan kegiatan perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemajuan teknologi, dan penyelesaian berbagai persoalan bangsa.


“Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan, melaksanakan penelitian, dan menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, perguruan tinggi dituntut untuk membuktikan bahwa seluruh aktivitas tridharma benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemajuan teknologi, dan penyelesaian berbagai persoalan bangsa,” papar Rektor Dadan.


Rektor Dadan juga menyampaikan komitmen UMA dalam memperkuat good university governance melalui prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme. Upaya tersebut dilengkapi dengan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan kompetensi dosen, peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta perluasan kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.


Melalui sarasehan ini, Kemdiktisaintek terus mendukung penguatan tata kelola dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sekaligus peningkatan kontribusi riset dan inovasi bagi pembangunan. Sinergi antara kementerian, perguruan tinggi, pemerintah daerah, badan penyelenggara, dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang