UNDIP, Semarang (3/5) – Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan pendidikan vokasi berbasis industri melalui kegiatan Workshop, Pameran, dan Launching Automation and Robotic Development Center (ARDC) yang berlangsung dengan sukses dan antusiasme tinggi.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 80 mitra yang terdiri atas perwakilan industri, perguruan tinggi, serta guru-guru SMK dari berbagai daerah. Tingginya partisipasi ini mencerminkan semangat kolaborasi yang semakin kuat dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri, khususnya di bidang otomasi dan robotika.
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi UNDIP menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus semakin mendekatkan proses pembelajaran dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Semakin dekat pembelajaran dengan praktik industri, maka semakin siap lulusan menghadapi tantangan masa depan.
“Kalau kita ingin industri Indonesia kuat, maka kita harus mulai dari pendidikan vokasi yang benar-benar dekat dengan dunia kerja,” tegasnya.
Dekan juga menekankan pentingnya jalur pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan, yaitu dari SMK menuju pendidikan vokasi, dan selanjutnya ke dunia industri. SMK menjadi fondasi keterampilan dasar, sementara pendidikan vokasi berperan memperkuat dan mematangkan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan industri modern.
“Automation and Robotic Development Center ini bukan sekadar fasilitas, tetapi merupakan jembatan nyata antara kampus dan industri. Di sinilah mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bekerja dan menyelesaikan permasalahan riil seperti di dunia kerja,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, hadir mitra industri strategis, di antaranya PT Berkah Solusindo dan Wekon Technology. Kehadiran industri internasional ini memperkuat dimensi global dalam pengembangan pendidikan vokasi di Sekolah Vokasi UNDIP.
Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini adalah presentasi dari perwakilan Wekon Technology, Mr Michelin, yang memaparkan pentingnya pemanfaatan teknologi otomasi dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing industri di era global. Paparan ini memberikan wawasan langsung kepada peserta mengenai arah perkembangan industri modern berbasis teknologi.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi, Priyo Sasmoko, menegaskan bahwa Program Studi TRO telah secara konsisten mengembangkan konsep Teaching Factory yang kini diperkuat melalui kehadiran ARDC. Hal ini diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis industri, praktik langsung, serta kolaborasi aktif dengan mitra industri.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi dari dosen-dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi yang memaparkan berbagai inovasi di bidang otomasi dan robotika, serta kontribusi ARDC dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Presentasi juga diperkuat oleh pihak PT Berkah Solusindo yang berbagi praktik terbaik implementasi teknologi di industri.
Momentum penting lainnya dalam kegiatan ini adalah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Sekolah Vokasi UNDIP dengan Wekon Technology, PT Berkah Solusindo, serta beberapa mitra industri lainnya. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi jangka panjang, mulai dari pengembangan kurikulum, program magang, hingga peluang rekrutmen lulusan.
Melalui peluncuran Automation and Robotic Development Center (ARDC), Sekolah Vokasi UNDIP semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan industri. ARDC diharapkan menjadi model pembelajaran unggulan dalam mencetak lulusan yang siap kerja, inovatif, dan berdaya saing global. (Komunikasi Publik SV)





