UNDIP, Kuala Lumpur (22/5) – Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim Vocasignora dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik berhasil meraih Gold Medal serta penghargaan bergengsi Best International Invention and Innovation Award dari National Research Council of Thailand (NRCT) pada ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
WYIE 2026 merupakan bagian dari International Invention, Innovation and Technology Exhibition (ITEX), salah satu kompetisi inovasi internasional terbesar di dunia. Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh lebih dari 1.000 karya inovasi dari 17 negara, antara lain Malaysia, Aljazair, Tiongkok, Indonesia, Hong Kong, Oman, Arab Saudi, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Makau, Qatar, dan lainnya.
Tim Vocasignora dibimbing langsung oleh Ketua Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Dr. Sri Utami Handayani, S.T., M.T., dengan ketua tim Marska Fakhri Mulyana dan anggota Rizkiyan Maulana, Suci Indah Maulidia, Wilujeng Riyani. Mereka berhasil menarik perhatian dewan juri melalui inovasi berjudul:
“Vocasignora: Implementation of Smart Technology in Communication Processes to Assist Deaf and Speech-Impaired Individuals.”
Vocasignora adalah teknologi komunikasi berbasis smart system dan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu penyandang tunarungu dan tunawicara berkomunikasi dengan masyarakat umum. Teknologi ini mampu: menerjemahkan bahasa isyarat menjadi suara, dan mengubah suara menjadi teks secara real-time
Dengan demikian, tercipta komunikasi dua arah yang lebih inklusif dan mudah diakses.
Marska Fakhri Mulyana menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan pengembangan generasi ketiga yang terus disempurnakan oleh tim. Pada versi terbaru, sistem AI telah ditingkatkan dari sisi responsivitas, akurasi pembacaan bahasa isyarat, serta kenyamanan penggunaan.
“Di pengembangan terbaru ini, kami fokus meningkatkan akurasi pembacaan bahasa isyarat dan respons sistem agar pengguna bisa berkomunikasi dengan lebih nyaman dan efektif,” ujarnya.
Keberhasilan meraih Gold Medal dan Best International Invention and Innovation Award dari National Research Council of Thailand membuktikan bahwa mahasiswa Sekolah Vokasi UNDIP mampu menghadirkan inovasi teknologi yang kompetitif dan berdampak bagi masyarakat. “Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan nantinya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Marska.
Prestasi ini tidak lepas dari dukungan Program World Class University Universitas Diponegoro serta berbagai mitra, di antaranya: PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Jasamarga, PT Semen Gresik Rembang, IKA PAT FNGT D3 D4 Teknik Mesin Vokasi UNDIP. Para pihak tersebut telah memberikan dukungan dana terhadap pengembangan inovasi serta partisipasi tim dalam ajang internasional WYIE 2026 Malaysia. (Komunikasi Publik/UNDIP/SV)






