UNDIP, Semarang (30/6) – Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro (LPPM UNDIP) bekerja sama dengan UNICEF menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Advokasi dalam Percepatan Imunisasi Rutin untuk Penurunan Zero Dose dan Introduksi Vaksin Baru di Jawa Tengah pada Jumat (19/6) di Ruang Seminar LPPM Universitas Diponegoro Lantai 4, Gedung ICT Centre, Tembalang, Semarang.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian advokasi yang telah dilaksanakan sebelumnya di lima kabupaten/kota sasaran, yaitu Kota Magelang, Kota Surakarta, Kabupaten Tegal, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Pekalongan, serta melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk meninjau perkembangan implementasi komitmen yang telah disepakati dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi rutin, menurunkan jumlah anak zero dose, dan memperkuat introduksi vaksin baru di Jawa Tengah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., selaku Ketua LPPM Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program imunisasi di daerah.
“Upaya peningkatan cakupan imunisasi dan penurunan anak zero dose tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, organisasi internasional, serta seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang telah disusun dapat diimplementasikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan komitmen Universitas Diponegoro untuk terus berperan aktif melalui riset, pendampingan, dan penguatan kebijakan berbasis bukti guna mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan, pengelola program imunisasi, dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah dari lima kabupaten/kota sasaran serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pada sesi utama, masing-masing daerah memaparkan perkembangan implementasi komitmen hasil advokasi, mulai dari pembentukan dan operasionalisasi Kelompok Kerja (Pokja), penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD), hingga berbagai strategi yang telah dilakukan untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi di wilayahnya.
Selain pemaparan dari masing-masing daerah, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai capaian, tantangan, faktor pendukung, praktik baik, dan kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam implementasi program. Hasil diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi strategis untuk memperkuat dukungan kebijakan, koordinasi lintas sektor, dan keberlanjutan program imunisasi di Jawa Tengah.
Dalam kesempatannya, Ermi Ndoen Health and Nutrition Specialist, UNICEF Indonesia, Kantor Perwakilan Surabaya menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu investasi kesehatan terbaik bagi masa depan anak. “Hadiah terbaik ulang tahun pertama seorang anak adalah imunisasi yang lengkap. Dengan memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, kita sedang memberikan perlindungan terbaik bagi kesehatan dan masa depan mereka,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Puslitkes LPPM Universitas Diponegoro bersama UNICEF berharap komitmen yang telah dibangun dapat terus diterjemahkan menjadi aksi nyata di daerah. Kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat peningkatan cakupan imunisasi, menurunkan jumlah anak zero dose, dan memastikan setiap anak memperoleh hak atas perlindungan kesehatan yang optimal. (Komunikasi Publik/UNDIP/ Puslitkes LPPM)






