UNDIP, Washington, D.C., Amerika Serikat (15/5) – Sebagai upaya untuk mewujudkan World Class University, Universitas Diponegoro terus terlibat dalam forum akademik internasional sebagai upaya strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu-isu global. Salah satu wujud nyata yang telah dilakukan adalah keterlibatan dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota – Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (DPWK FT UNDIP), Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, dalam workshop bertajuk “Rebuild or Retreat: Interdisciplinary Perspectives on Migration and Mobility in the Global North”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh German Historical Institute (GHI) pada tanggal 23-24 April 2026 di Washington, D.C., Amerika Serikat. Prof. Dr.-Ing. Wiwandari diundang sebagai akademisi untuk berpartisipasi dalam diskusi mengenai hasil penelitian terkait (im)mobility, yaitu kondisi ketika masyarakat tidak melakukan perpindahan, bersama akademisi dan praktisi dari berbagai belahan dunia.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari memberikan pemaparan mengenai isu (im)mobility dan permasalahan lingkungan yang diperparah oleh perubahan iklim, dengan mengambil studi kasus dari Pesisir Utara Pulau Jawa (Pantura Jawa), Indonesia, khususnya di Jakarta, Pekalongan, Semarang, dan Demak. Perspektif yang diangkat menyoroti dinamika mobilitas masyarakat dalam menghadapi tekanan perubahan lingkungan, sekaligus memberikan kontribusi sudut pandang dari konteks Indonesia dalam diskursus global.
Sebagaimana Pantura Jawa terpapar oleh berbagai risiko iklim, banyak masyarakat memilih untuk pindah ke tempat dengan kondisi yang lebih baik dan meninggalkan daerah asalnya. Namun, tidak sedikit dari mereka yang terhalang oleh kesulitan finansial dan kurangnya sumber daya. Tak hanya itu, terdapat pula masyarakat yang memutuskan untuk tetap bertahan meskipun harus berhadapan dengan bencana alam di keseharian mereka.
“Inovasi dan kerjasama antar institusi pendidikan, lintas disiplin ilmu dan lintas negara, menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, terutama terkait dampaknya terhadap masyarakat yang dihadapkan pada pilihan untuk berpindah atau tetap bertahan,” ujar Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani dalam paparan beliau.
Partisipasi dalam workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret UNDIP dalam diskusi akademik yang lebih mendalam serta memperkuat jejaring kolaborasi internasional dalam isu migrasi, mobilitas, dan perubahan lingkungan di masa mendatang.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan), SDG 13 (penanganan perubahan iklim), serta SDG 17 (kemitraan global). Harapannya, UNDIP dapat terus terlibat dalam mewujudkan solusi berbasis kolaborasi untuk tantangan global. (Komunikasi Publik/UNDIP/FT)





