Universitas Lampung (Unila) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui kegiatan Pendampingan dan Pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026. Acara yang berlangsung pada 11 Maret 2026 di Aula K FKIP Unila ini menjadi bagian dari strategi universitas untuk meningkatkan kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., jajaran pimpinan biro dan fakultas, Tim PKM Center Unila, serta sekitar 100 tim mahasiswa yang telah lolos seleksi internal kampus. Narasumber utama, Ibnu Ubaidillah atau Kak Ubay, memberikan arahan dalam sesi PKM Class dengan menekankan pentingnya kebaruan ide, kejelasan metode, serta kekuatan data pendukung agar proposal dapat melaju hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Ketua pelaksana, Dr. Sumargono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa proses pembinaan PKM Unila 2026 telah dimulai sejak Oktober 2025 melalui seleksi tingkat fakultas. Dari 314 tim yang mendaftar, sebanyak 100 proposal akhirnya lolos seleksi internal universitas pada 10 Maret 2026, mencakup delapan bidang PKM, 14 Gagasan Futuristik Tertulis (GFT), dan 15 Artikel Ilmiah (AI).
Dalam sambutannya, Prof. Sunyono menegaskan bahwa PKM merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan Belmawa dan menjadi tolok ukur prestasi mahasiswa di seluruh perguruan tinggi Indonesia. “PKM adalah program terbaik untuk menunjukkan prestasi. Kompetisi ini bukan hanya di tingkat universitas, tetapi juga di level nasional,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar strategi penyusunan proposal, metode penelitian, hingga teknik presentasi di hadapan dewan juri. Semangat ini mencerminkan komitmen mahasiswa Unila dalam menghadirkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui pendampingan ini, Unila berharap semakin banyak proposal mahasiswa yang memperoleh pendanaan, melaju hingga PIimnas, dan membawa pulang prestasi nasional. Langkah ini sekaligus mendukung agenda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam mencetak talenta muda kreatif menuju Indonesia Emas 2045. [Humas]







