(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Reakreditasi Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Pascasarjana. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana Unila dan dibuka langsung Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.
Asesmen ini menghadirkan dua asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Ir. Vg. Sri Rejeki, M.T. dari Universitas Katolik Soegijapranata.
Rektor dalam sambutannya menegaskan, asesmen lapangan bukan sekadar proses evaluasi, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan penjaminan mutu yang mencakup tata kelola, proses akademik, sumber daya, hingga capaian kinerja program studi.
“Kegiatan ini menjadi refleksi komitmen Unila dalam menjalankan delapan Program Strategis Unggulan BE STRONG, yang menjadi fondasi penguatan mutu akademik dan daya saing universitas di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Lusmeilia.
Hingga 21 Desember 2026, Unila telah meraih akreditasi Unggul BAN-PT. Dari total 128 program studi,
48 program studi terakreditasi Unggul, 8 program studi terakreditasi A, 44 program studi terakreditasi Baik Sekali, 12 program studi terakreditasi B, dan 16 program studi terakreditasi Baik
Selain itu, 30 program studi Unila telah memperoleh akreditasi internasional dari lembaga bereputasi seperti RSC, ASIIN, dan FIBAA. Capaian ini menegaskan posisi Unila sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun reputasi global.
Penjaminan mutu di Unila dilaksanakan secara kolaboratif, melibatkan pimpinan universitas, fakultas, dan program pascasarjana sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan asesmen. Dukungan diberikan melalui sistem penghargaan atas capaian akreditasi, pendampingan dengan kementerian, BAN-PT, LAM, serta lembaga akreditasi internasional.
Sinergi juga diperkuat melalui kerja sama dengan Belmawa, Forum Penjaminan Mutu BKS-PTN Barat, serta jejaring PTN dan PTS. Upaya ini ditunjang dengan workshop SPMI dan AMI, pemanfaatan sistem informasi penjaminan mutu, benchmarking akreditasi internasional, serta pelatihan dan sertifikasi asesor bagi dosen Unila.
Unila terus melakukan revitalisasi sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran berkualitas. Dengan asesmen lapangan ini, diharapkan proses evaluasi berjalan lancar dan memberikan gambaran komprehensif atas kinerja institusi maupun program studi. [Humas]





