(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui Pascasarjana kembali meneguhkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan riset strategis nasional dengan menyelenggarakan ujian terbuka promosi doktor pada Rabu, 13 April 2026. Sidang yang berlangsung di Aula Pascasarjana ini menjadi momentum penting dalam mendukung agenda Diktisaintek Berdampak dan Asta Cita RI melalui kontribusi riset yang relevan dengan isu global keberlanjutan.
Sidang promosi doktor dibuka oleh Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik yang mewakili Rektor Unila. Tim penguji terdiri dari akademisi senior Unila dan pakar eksternal, antara lain Prof. Pudyono, M.S., Ph.D. sebagai sekretaris penguji, Prof. Dr. Muhadi, M.Si. selaku Direktur Pascasarjana, Dr. Eko Kuswanto, S.Si., M.Si. dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung sebagai penguji eksternal, serta promotor dan ko-promotor yakni Prof. Dr. Ir. Syamsul Bakri, M.Si., Dr. Nuning Nurcahyani, M.Si., dan Dr. Erdiwansyah, S.Hut., M.Pd., Ph.D.
Promovendus Imron memaparkan disertasi berjudul “Pengembangan Model Respirasi Tanah di Lingkungan Perkebunan Nanas: Kontribusi bagi Akuntansi Gas Rumah Kaca Menunjang Implementasi Perdagangan Karbon Sektor Pertanian.” Penelitian ini menyoroti peran perkebunan nanas sebagai penggerak ekonomi sekaligus tantangan lingkungan akibat emisi karbon dioksida (CO₂) dari respirasi tanah.
Kajian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara manfaat ekonomi agribisnis dengan dampak ekologis, serta menawarkan model analisis yang dapat menjadi dasar kebijakan pertanian berkelanjutan. Dalam diskusi akademik, para penguji memberikan masukan kritis terkait metodologi, relevansi kebijakan, serta implikasi riset terhadap praktik budidaya nanas yang ramah lingkungan.
Catatan penting juga diarahkan pada kontribusi penelitian ini terhadap akuntansi gas rumah kaca dan peluang perdagangan karbon di sektor pertanian, sejalan dengan agenda nasional pengurangan emisi dan penguatan ekonomi hijau.
Melalui pencapaian ini, Universitas Lampung menegaskan perannya sebagai pusat riset yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kebijakan nasional di bidang pendidikan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Sidang promosi doktor Imron menjadi bukti perguruan tinggi di daerah mampu menghasilkan karya ilmiah berkelas nasional yang mendukung transformasi menuju Indonesia yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan. [Humas]






