Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar kegiatan Sosialisasi Kolaborasi Bersama dalam Upaya Mencapai Target Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat KPA Bukit Besar, Palembang, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, antara lain para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Direktur dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana, para Direktur Direktorat, Ketua LPPM, serta Kepala Kantor di lingkungan UNSRI.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, Ph.D. sebagai narasumber yang memaparkan arah kebijakan serta strategi pencapaian IKU Tahun 2026. Kehadiran Prof. Titjik dinilai penting karena keterlibatannya secara langsung dalam proses penyusunan IKU tingkat universitas.
Dalam sambutannya, Rektor UNSRI menyampaikan bahwa dalam sosialisasi ini akan membahas IKU untuk Universitas Sriwiijaya. Ia menerangkan dokumen IKU UNSRI Tahun 2026 telah ditandatangani dua hari sebelumnya di Jakarta. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat tanggung jawab bersama dalam pencapaiannya.
“Kita sengaja mengundang Prof. Tjitjik yang proses pembuatannya pun beliau terlibat sehingga paham persis bagaimana terkait dengan seluk beluk indikator kinerja utama ini. Jadi beliau sengaja kita undang, alhamdulillah beliau bersedia hadir dan kami ucapkan terima kasih atas kesediaannya dan harapannya bisa memberi pencerahan dan juga memberi motivasi bagi kami,” ucap Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap indikator kinerja utama sebelum merumuskan strategi pencapaian. Ia berharap para pimpinan dapat menindaklanjuti sosialisasi ini dengan mengoordinasikan pelaksanaan IKU di unit masing-masing, baik di fakultas, direktorat, maupun kantor.
“Kami mengundang pimpinan fakultas, sekolah pascasarjana, direktorat, dan kepala kantor tujuannya adalah saya ingin bersama-sama dengan Bapak dan Ibu bertanggung jawab terkait dengan pencapaian IKU yang sudah saya tanda tangani. Atas nama UNSRI saya menandatangani target kinerja utama tersebut,” ujar Rektor.
Rektor mengungkapkan bahwa target IKU Tahun 2026 tergolong sangat berat. “Walaupun target-target yang diberikan sepertinya sangat-sangat berat, Bapak dan Ibu kita sudah menyusun baseline kita berapa, kondisi kita tahun 2024-2025 berapa, kita sudah mengusulkan untuk target tahun 2026, tapi ada yang di luar dugaan kita, jauh sekali dimintakan kepada kita targetnya. Nah ini menjadi tanggung jawab kita bersama dan mudah-mudahan kita bisa bersama-sama untuk secara maksimal mencapainya. Yang terpenting adalah Bapak dan Ibu para dekan, para pimpinan, ini paham dulu tentang IKU ini, kemudian kita nanti mencari strategi terbaik untuk pencapaiannya.
Kami berikan kesempatan seluas-luasnya kepada Prof. Tjitjik untuk menyampaikan sosialisasi terkait dengan 11 IKU. Sebelumnya kan ada 8 IKU, sekarang ada 11 IKU, kemudian beberapa indikantor-indikator di dalamnya, mudah-mudahan nanti kita mendapatkan pencerahan dari Prof. Tjitjik, sehingga kita lebih mudah untuk melaksanakan apa yang ditargetkan ini,” pungkas Rektor. (Humas_UNSRI)






