Untirta Lepas Peserta KKM Tematik, KKN Kemanusiaan, dan Bilateral Tahun 2026

Kampus Kita

15 January 2026 | 00.00 WIB

Untirta Lepas Peserta KKM Tematik, KKN Kemanusiaan, dan Bilateral Tahun 2026

Serang, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui LPPM Untirta secara resmi melepas peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Reguler Gelombang I, KKN Kemanusiaan, dan KKM Bilateral Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Auditorium Utama Untirta Kampus Sindangsari, Selasa (6/1/2026). Hadir dalam kegiatan ini hadir Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Kepala LPPM prof. Meutia, S.E., M.P.,  Staf Ahli Pemerintahan, politik dan hukum Setda prov. Banten Zaenal Mutaqin, SE., MSE., M.Sc., Ph.D., dan peserta terdiri dari mahasiswa asal Untirta, UNILA dan UNS.

Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untirta sebagai bentuk awal penugasan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Melalui program KKM, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan akademik, mengembangkan kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam pemecahan persoalan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Meutia menyampaikan ada lima orang mahasiswa Untirta peserta KKN Kemanusiaan Kebencanaan ke Aceh yang diseleksi. Jadi Untirta bekerja sama dengan UNY, UPN, Universitas Samudra, Universitas Malikussaler dan USK menyeleksi proses pendaftaran untuk 100 mahasiswa dalam menangani kebencanaan.

“Di LPPM kami merancang agar KKM ini bisa keberlanjutan. Nanti ada 50 desa mitra dan bisa diajukan pada saat ajuan hibah. Selebihnya jaga namai baik, jaga perilaku di sana,” ujarnya.

Zaenal Mutaqin, menuturkan bahwa Banten juga sedang konsen dalam penanganan kebencanaan seperti yang terjadi kondisi banjir beberapa hari lalu di Banten. “Mudah-mudahan kita bisa menjaga lingkungan kita. Kami selaku atas nama Pak Gubernur, atas nama Pemerintah Provinsi Banten dengan terima kasih atas dukungan dan dengan segala kekuatan akademisi, segenap mahasiswanya, pengusaha, masyarakat, dan semuanya Pemerintah Provinsi Banten bisa menangani semuanya dengan baik.

Sementara Rektor Untirta menuturkan, pimpinan Untirta menegaskan bahwa KKM tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Khusus pada KKN Kemanusiaan dan KKM Bilateral, mahasiswa didorong untuk memiliki kepekaan terhadap isu-isu kemanusiaan serta memperluas wawasan kolaborasi lintas wilayah dan budaya.

“Mari kita create kampus ini menjadi kampus yang healty, integrated, smart, dan green yang unggul berdaya saing di tingkat Interansional. Dari 120 negara, kita peringkat 87 sebagai kriteria kampus yang berkelanjutan. Di Indonesia kita peringkat ke-15. Tahun depan ranking 5 targetnya. Terpenting implementasinya harus kita lakukan,” tegasnya.

Kampus Berdampak

Jawara Berdampak

Untirta Jawara

Untirta

/

5

Ulas Sekarang