Pamekasan, 20 September 2025 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali memperlihatkan komitmennya dalam mendukung kemandirian desa melalui program pengabdian masyarakat. Kali ini, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) hadir di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, dengan membawa terobosan dalam pengolahan singkong.
Bertempat di Balai Desa Rek Kerrek, UTM secara resmi menyerahkan mesin perajang singkong dan oven pengering berbahan bakar biogas kepada kelompok PKK desa. Kedua alat tersebut diharapkan menjadi solusi atas tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama dalam hal efisiensi dan kualitas produk olahan singkong yang masih mengandalkan cara tradisional.
Kegiatan ini dipimpin oleh Andrie Kisroh Sunyigono, S.P., M.P., Ph.D., selaku Ketua Tim KKNT UTM. Ia didampingi dua dosen lainnya, yakni Sri Ratna Triyasari, S.P., M.P. dan Dr. Ir. Slamet Subari, M.Si., serta sejumlah mahasiswa yaitu Moh. Agus Hidayat, Reggina Nur Cita M., dan Anita. Sinergi antara dosen dan mahasiswa lintas program studi tersebut menegaskan bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya tugas akademisi, tetapi juga ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Tidak sekadar seremonial penyerahan alat, masyarakat yang hadir juga mendapatkan pelatihan intensif. Peserta dikenalkan mulai dari tahap pemilihan bahan baku singkong yang tepat, teknik perajangan dengan mesin agar hasil lebih seragam, hingga proses pengeringan menggunakan oven biogas yang ramah lingkungan. Dengan pendekatan praktik langsung, ibu-ibu PKK dapat segera memanfaatkan teknologi ini dalam kegiatan usaha mereka.
Andrie Kisroh menjelaskan bahwa kehadiran mesin perajang dan oven biogas ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas produk lokal. “Selama ini pengolahan singkong masih manual, sehingga hasilnya tidak konsisten dan sangat bergantung pada cuaca. Dengan adanya teknologi tepat guna ini, proses bisa lebih higienis, stabil, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Fadil, S.Sos., Kepala Desa Rek Kerrek, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UTM. Menurutnya, program ini bukan hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga mendorong terbentuknya unit usaha mandiri berbasis potensi desa. “PKK kami menjadi garda terdepan dalam program ini. Harapan besar kami, mereka dapat mengembangkan usaha yang berkelanjutan, memanfaatkan energi terbarukan, dan membawa manfaat ekonomi nyata bagi keluarga maupun desa,” tuturnya.
Langkah UTM ini sejalan dengan misi besar perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Kehadiran teknologi tepat guna di Desa Rek Kerrek menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat melahirkan perubahan signifikan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
UTM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa Rek Kerrek Lewat Teknologi Tepat Guna Olahan Singkong
Kampus Kita
29 September 2025 | 17.27 WIB

/
5
Ulas Sekarang
Baca Juga

NAFA Singapura Laksanakan Overseas Immersion Programme di FSP ISI Yogyakarta
kabar-dikti
23 July 2024 | 09.17 WIB

Rektor Lepas Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 ISI Yogyakarta
kabar-dikti
06 January 2023 | 13.26 WIB

KSTI 2025: Tekankan Kolaborasi Akademisi, Industri, dan Pemerintah dalam Revitalisasi Industri Maritim
Kabar
09 August 2025 | 17.07 WIB


