Kediri—Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menghadiri Jawa Pos Radar Kediri Awards 2025 sekaligus menerima Anugerah Kategori A Rising Regional Icon, sebagai bagian dari penguatan ekosistem keberlanjutan, Sabtu (29/11).
Indonesia terus mencatat perkembangan positif dalam pembangunan manusia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus menunjukkan peningkatan hingga mencapai 75,90 poin. Di Jawa Timur, IPM dengan capaian positif sebesar 75,36 poin pada tahun yang sama. Peningkatan ini didukung oleh indikator pendidikan, antara lain Harapan Lama Sekolah sebesar 13,44 tahun serta Rata-rata Lama Sekolah yang mencapai 8,39 tahun.
Dalam sambutan di acara yang menjadi momentum apresiasi bagi tokoh serta institusi yang dinilai berperan strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor ini, Wamendiktisaintek mengenang masa sekolah selama tinggal di Kediri. Lebih lanjut, Wamen menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
“Sebenarnya kalau ingin mengentaskan kemiskinan itu, satu, yakni pendidikan. Tidak ada pilihan lain,” ujar Wamen Fauzan.
Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi karena mampu menciptakan perubahan jangka panjang. Pesan ini selaras dengan konsep sustainability yang tidak hanya mengejar pertumbuhan cepat, tetapi juga pembangunan yang terukur, berjangka panjang, dan berkelanjutan.
“Penganugerahan ini dapat menjadi stimulus untuk menggerakkan pertumbuhan dari berbagai sisi termasuk sosial ke arah yang lebih bagus. Oleh karena itu, event seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat ditindaklanjuti keberlanjutannya. lanjut Wamen kelahiran Kediri itu.
Selaras dengan pesan tersebut, Direktur Jawa Pos Radar Kediri, Kurniawan Muhammad menyampaikan bahwa tema Radar Kediri Awards 2025 adalah Sustainable Growth sebagai bentuk komitmen media dalam memperkuat tata kelola pembangunan yang bertanggung jawab.
“Sustainable Growth adalah isu global yang menjadi kini menjadi rujukan di semua sektor, terutama dalam hal governance atau tata kelola. Karena itu, pada tahun ini kami memberikan special awards kepada figur yang telah terbukti berkontribusi secara luas di bidangnya. Mulai dari skala lokal, regional, dan juga nasional,” tutur Kurniawan.
Tahun ini, Jawa Pos Radar Kediri Awards 2025 memberikan penghargaan kepada 64 tokoh dan lembaga, terdiri dari 10 figur nasional, 23 figur daerah, dan 31 institusi penerima penghargaan.
Kolaborasi untuk Dampak Nyata
Setelah rangkaian acara, Wamen Fauzan menekankan bahwa penghargaan seperti ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong perubahan nyata. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah maupun bangsa tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor.
“Dengan berbagai elemen yang memperoleh penghargaan hari ini, menjadi modal bagi daerah untuk bersama-sama, berkolaborasi membagun daerah, membantu masyarakat supaya keluar dari masalah-masalah sosial maupun ekonomi yang dihadapi,” tutup Wamen Fauzan.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






