Bandung — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mendorong perguruan tinggi untuk semakin memperkuat perannya sebagai pusat penciptaan pengetahuan, penyebarluasan pengetahuan, sekaligus pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berlangsung semakin pesat. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam kegiatan AI Indonesia Initiative Forum, yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (26/8).
Dalam sambutannya, Wamen Stella menyampaikan bahwa kemajuan AI telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi. Kemampuan AI dalam memperoleh, mengolah, dan menyajikan informasi dengan cepat, mendorong perguruan tinggi untuk kembali meninjau dan merefleksikan fungsi utamanya, dalam membangun manusia dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Menurut Wamen Stella, tantangan perguruan tinggi di masa mendatang tidak lagi sebatas bagaimana menyampaikan informasi atau fakta kepada mahasiswa. Lebih dari itu, perguruan tinggi perlu membentuk manusia yang memiliki kemampuan untuk menciptakan pengetahuan sekaligus menentukan nilai dan makna dari pengetahuan tersebut.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Wamen Stella mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyikapi kemajuan AI secara kritis. Kecenderungan untuk menggunakan solusi berbasis AI dalam menjawab hampir setiap persoalan perlu dicermati secara bijak agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi pihak yang mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu memahami tujuan serta konsekuensi dari pemanfaatannya.
Di sisi lain, Wamen Stella mengakui bahwa pemanfaatan AI membuka berbagai peluang yang besar, baik dalam bidang riset, matematika, dunia usaha, maupun pendidikan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut tetap perlu disertai kemampuan untuk menentukan tujuan, menilai relevansi, serta melakukan kurasi terhadap jawaban yang dihasilkan agar benar-benar mampu menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat bagi manusia.
Dalam lingkungan perguruan tinggi, Wamen Stella menegaskan bahwa manusia tetap memegang peranan sentral dalam proses penciptaan pengetahuan. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu memproses informasi, menganalisis data, maupun menemukan pola tertentu. Namun, perguruan tinggi perlu memastikan manusia tetap memiliki kemampuan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan fundamental dan melahirkan pengetahuan baru.
Selain berfungsi sebagai ruang penciptaan pengetahuan, perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam proses transmisi atau penyebarluasan pengetahuan. Proses tersebut tidak berlangsung secara satu arah, yakni hanya dari guru besar kepada mahasiswa, tetapi juga dapat berkembang dari mahasiswa kepada mahasiswa lainnya serta dari lingkungan akademik kepada masyarakat.
“Perguruan tinggi adalah tempat kita menyampaikan pengetahuan. Mulai dari para guru besar ke mahasiswa, dari mahasiswa ke sesama mahasiswa, dari mahasiswa ke masyarakat,” tutur Wamen Stella.
Wamen Stella juga menekankan bahwa kemampuan melakukan kurasi terhadap pengetahuan akan menjadi salah satu kompetensi yang semakin penting di era AI. Ketika manusia memiliki akses terhadap informasi dalam jumlah yang sangat besar, kemampuan untuk memilih, memilah, memahami konteks, serta menentukan informasi dan pengetahuan yang memiliki nilai menjadi semakin strategis.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam membentuk ekosistem pengetahuan yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada kemanfaatan. Kehadiran AI perlu ditempatkan sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang dapat memperkuat proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tanpa mengurangi posisi manusia sebagai pengarah utama.
Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk menjadikan perkembangan AI sebagai momentum dalam melakukan transformasi pendidikan tinggi. Perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada posisi sebagai pengguna teknologi, tetapi berkembang menjadi ruang tumbuhnya gagasan, inovasi, dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk memahami, mengembangkan, sekaligus menentukan arah pemanfaatan teknologi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak






