Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mendorong mahasiswa baru membangun pengetahuan yang luas dan kemampuan berpikir sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Esa Unggul, Selasa (1/9).
Dalam pembekalannya, Wamendiktisaintek mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk memperluas pengalaman, memperdalam pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan yang relevan dengan perubahan. Wamen Stella mendorong mahasiswa terus belajar dan mengeksplorasi berbagai bidang, untuk membangun kemampuan yang tetap relevan di tengah perkembangan AI.
“Satu yang harus kalian maknai supaya kalian tidak tergantikan oleh AI, adalah dengan punya ilmu yang tidak bisa dikalahkan oleh AI. Jadi waktu kuliah harus gali semua potensi dan pengetahuan,” ujar Wamen Stella.
Berbagi pengalaman bekerja sambil kuliah, Wamen Stella menekankan pentingnya kemampuan mengatur waktu dan menentukan prioritas. Menurutnya, menjalani kuliah sambil bekerja dapat menjadi pengalaman yang membantu mahasiswa membangun keterampilan dalam mengelola berbagai aktivitas. Pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi juga menjadi bekal untuk mengembangkan diri lebih jauh.
“Ilmu yang didapatkan di kuliah inilah yang akan bisa membuat adik-adik berkembang lebih besar lagi,” ujar Wamen Stella.
Dalam pembekalan tersebut, Wamendiktisaintek merangkum pandangannya mengenai makna kuliah, melalui lima pesan yang mengajak mahasiswa menjalani masa kuliah secara maksimal, memperluas pengalaman, membangun pengetahuan yang luas, belajar dari tantangan, serta tetap mengingat asal-usul.
“Live maximally, jangan setengah-setengah, explore dan exploit, get a universal knowledge, ilmu yang universal agar kalian tidak digantikan, what doesn't kill you make you stronger, dan never forget where you come from,” pesan Wamen Stella.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan perspektif mengenai pentingnya membangun pengetahuan yang luas, mengeksplorasi berbagai pengalaman, dan mengembangkan kemampuan yang relevan dengan perubahan teknologi. Bekal tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong mereka menjadi insan yang adaptif dan mampu memanfaatkan pengetahuan, serta keterampilannya untuk memberikan kontribusi di lingkungan dan masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak




