Dari Papua, Anak Negeri Menatap Dunia

Kabar

09 October 2025 | 07.28 WIB

Dari Papua, Anak Negeri Menatap Dunia

Sorong-Hari ini, di SMA Averos, Sorong, Papua Barat Daya, suasana sekolah terasa sedikit berbeda. Spanduk bertuliskan Mengenal Sekolah Garuda terbentang. Raut wajah siswa yang antusias, mengiringi harapannya akan keberadaan sekolah bertaraf global, hadir di tanah Papua.

Hari ini, dari Aceh sampai Papua, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), secara serentak mengenalkan salah satu program pendidikan unggulan era Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Garuda. Sekolah ini merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI, untuk penyeimbang kualitas pendidikan unggulan di seluruh pelosok Indonesia.

Sekolah Garuda, bukan sekadar membangun gedung lengkap dengan fasilitasnya, melainkan gagasan besar untuk memastikan sebuah mimpi. Bahwa talenta luar biasa, seperti Marie Curie dan Albert Einstein, tidak hanya ada di kota besar, tetapi juga di pelosok Indonesia timur, seperti Papua.

Sejumlah siswa SMA Averos mengungkapkan kebahagiaannya karena SMA mereka terpilih dalam program Sekolah Garuda Transformasi. Raut wajah senang tampak di wajah mereka saat Perkenalan Sekolah Garuda Transformasi yang berlangsung di sekolahnya, Rabu (8/10).

Seorang siswa, Julita Abigael Kambuaya dari Kelas 11 Biologi Informatika, SMA Averos mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan bahagia bisa terpilih dalam program Sekolah Garuda Transformasi. Menurutnya, Sekolah Garuda bagaikan api kecil di dalam kegelapan, yang harus terus dijaga, agar terus menyala dan bersinar menerangi.

“Dengan adanya Sekolah Garuda ini, kami didorong untuk terus belajar dan bermimpi lebih jauh lagi supaya cita-cita kami bisa terwujud. Terutama kami anak anak Papua, dilatih untuk belajar lebih tangguh lagi,” ucapnya.

Wujudkan Mimpi Anak Bangsa

Cita seorang Julita tidaklah biasa, Mimpinya menjadi seorang engineer di bidang pertambangan. Dia ingin menjadi ahli tambang, agar bisa membuka prospek kerja di Indonesia, terutama di tanah kelahirannya, Papua.

“Jika Tuhan berkehendak, saya ingin menjadi seorang ahli tambang dan engineering, dan saya ingin (dengan cita cita saya menjadi seorang ahli tambang ini), bisa membuka prospek kerja di Indonesia, terutama di Papua yang memiliki lahan-lahan yang sangat banyak sekali, agar berguna bagi masa depan Indonesia dan bagi lingkungan sekitar saya, terutama di Papua,” serunya penuh optimis.

Satu rasa seperti Julita yang penuh optimisme, rekan sekelasnya Tesco Aditya Palijama dari Kelas 11 Biologi Informatika, juga merasa kesempatannya makin terbuka, untuk melanjutkan studi ke kampus terbaik di dunia demi mewujudkan citanya.

Tesco bercita menjadi seorang ahli gizi yang bekerja di laboratorium internasional, lalu pulang ke kampung, agar dirinya mampu berperan untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat di tanah kelahirannya.

“Sekolah Garuda ini tentu saja membuat saya sangat bermimpi untuk ke depannya. Cita-cita terbesar untuk hidup saya dulu, saya ingin menjadi seorang ahli gizi yang bekerja di laboratorium yang di mana saya melihat dari lingkungan sekitar saya, saya berasal dari Maluku, Ambon. Makanan atau gizi-gizi disana masih sangat tidak tercukupi, sehingga saya berharap ketika saya mendapatkan keinginan saya tersebut (menjadi ahli gizi, red), saya dapat kembali kesini lagi (ke Maluku, red), dan saya dapat membantu masyarakat,” ungkapnya.

Beda cita, namun tetap ingin berdampak. Siswa lain penerima Beasiswa Sekolah Garuda, Nathanael Nathaniel Ariel Mulkay justru ingin bergerak di bidang politik. Ia mengaku ingin berkecimpung di sosial dan politik, agar di masa depan dapat memberikan dampak positif dengan ilmu yang dimilikinya.

“Saya sangat bermimpi agar saya bisa menjadi salah satu orang yang berperan di bidang sosial politik. Saya mengincar dua jurusan yaitu hubungan internasional atau politik, karena saya ingin berkecimpung di sosial dan politik. Sehingga nantinya di masa depan saya dapat memberikan dampak positif dari segi sosial atau politik untuk masyarakat,” tuturnya.

Ubah Kesenjangan menjadi Kesempatan

Kesenjangan pendidikan menjadi tantangan bagi Indonesia. Sekolah dengan kualitas unggul, lebih banyak terkonsentrasi di kota besar, sementara anak-anak di pelosok harus berjuang dengan fasilitas terbatas.

Hal ini dialami oleh Fitra Awalia seorang guru di SMA Averos, yang sudah mengajar melewati beberapa zaman, mulai dari mengajar dengan kapur dan papan tulis. Untuk itu ia memaknai program Sekolah Garuda ini menjadi kesempatan bagi tiap anak, untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dari manapun asalnya.

“Lewat program SMA Garuda ini, anak-anak memiliki kesempatan yang sama dari ujung barat Indonesia sampai ujung timur semua memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mendapatkan pendidikan berkualitas. Dengan program SMA Garuda ini semua anak Indonesia punya kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita tertinggi,” tegasnya.

Kisah kesenjangan pendidikan pun pernah dirasakan oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu yang saat hadir di SMA Averos Sorong mengisahkan betapa sulitnya anak Papua menembus pendidikan tinggi, bahkan untuk level nasional. Gubernur Elisa Kambu lantas meminta agar program Sekolah Garuda, dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memajukan masyarakat Papua.

“Sekarang ini pemerintah menghadirkan berbagai kebijakan yang sangat strategis, sangat menjanjikan. Adik-adik bisa datang dan manfaatkan ini (Program Sekolah Garuda, red) untuk kemajuan Papua dan kesejahteraan kita yang tinggal di Tanah ini. Tuhan kasih kesempatan hari ini kita masih hidup kita harus menjadi berkat untuk orang lain, untuk kemajuan sesama umat manusia” pungkas Gubernur Elisa.

Sekolah Garuda adalah tentang masa depan, tapi langkahnya dimulai hari ini. Dari kegiatan literasi, sosialisasi, dan pengenalan publik, pemerintah ingin memastikan masyarakat memahami bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, tapi gerakan bersama. Setiap anak, di manapun mereka lahir, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Di sinilah makna Mengenal Sekolah Garuda, Meracik Talenta Sains, dan Teknologi untuk menembus dunia.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif #Sekolahgaruda

/

5

Ulas Sekarang