Surakarta–Momentum setengah abad perjalanan Universitas Sebelas Maret (UNS), menjadi refleksi atas kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul, serta memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi di Indonesia.
Pada Sidang Senat Terbuka, Peringatan Dies Natalis ke-50 UNS, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNS dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Menteri Brian menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam melahirkan gagasan, inovasi, serta pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, Rabu (11/3).
“Selama lima dekade, Universitas Sebelas Maret telah menjadi salah satu pilar penting pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Lebih dari 250 ribu lulusan telah dilahirkan dan berkontribusi di berbagai sektor kehidupan,” ujar Menteri Brian.
Menteri Brian menambahkan bahwa makna perguruan tinggi tidak hanya terletak pada produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan solusi dan dampak nyata, sejalan dengan arah kebijakan ‘Diktisaintek Berdampak’.
“Perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Menteri Brian lalu mengingatkan bahwa saat ini berbagai tantangan global semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik. Dalam situasi tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan solusi.
“Kampus adalah ruang lahirnya gagasan besar, ruang kolaborasi lintas disiplin ilmu, dan ruang lahirnya solusi bagi berbagai persoalan besar dunia,” ujar Menteri Brian.
Lebih lanjut, Mendiktisaintek menekankan pentingnya hilirisasi riset agar pengetahuan yang dihasilkan di kampus dapat berkembang menjadi produk teknologi dan inovasi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat dan industri.
Pada kesempatan ini Rektor UNS, Hartono, menyampaikan komitmen UNS dalam memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Universitas Sebelas Maret sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) berkomitmen untuk berkontribusi dalam mensukseskan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rektor Hartono.
UNS juga telah menyusun Rencana Strategis 2024–2029 dengan berbagai program prioritas yang dirangkum dalam konsep ‘Dream Team’, meliputi penguatan digitalisasi, riset, pendidikan, tata kelola yang adaptif, serta kolaborasi yang lebih luas.
“Dalam usia setengah abad, UNS terus bertransformasi untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional dengan berlandaskan nilai luhur budaya nasional,” tambah Rektor UNS.
Saat ini UNS memiliki 14 fakultas dengan sekitar 200 program studi dari jenjang diploma hingga doktor. Mayoritas program studi telah terakreditasi unggul atau A, dan puluhan program studi juga telah memperoleh akreditasi internasional.
Peringatan Dies Natalis ini dihadiri oleh pimpinan universitas, sivitas akademika, alumni, serta para pemangku kepentingan pendidikan tinggi yang bersama-sama merayakan perjalanan panjang UNS dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kebijakan yang mendorong penguatan ekosistem riset, hilirisasi inovasi, kolaborasi dengan dunia industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kemdiktisaintek akan terus mendukung transformasi perguruan tinggi agar semakin adaptif, unggul, dan berdaya saing global dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





