Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong para laboran Indonesia untuk menciptakan karya berdampak, meningkatkan mutu dan kapasitas layanan laboratorium, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Untuk mewujudkan hal tersebut, Direktorat Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melaksanakan Diseminasi Nasional Karya Inovasi Laboran (KILAB) & Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan PLP/Teknisi/Laboran dengan Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI), Kamis-Jumat (4-5/12).
Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Sri Suning Kusumawardani mengapresiasi pengabdian para laboran di perguruan tinggi Indonesia. Hal ini disebutnya sebagai suatu langkah nyata fasilitasi dari pemerintah untuk mengajak para Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP)/ Teknisi/ Laboran di perguruan tinggi untuk dapat tumbuh dan berkembang bersama.
“Esensi dari diseminasi tidak hanya menyebarkan informasi, tapi bisa menginspirasi perguruan tinggi. Saya paham kemampuan laboran dalam membantu mahasiswa meningkatkan kompetensi. Teman-teman semua menjadi tulang punggung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul,” tegas Sri Suning.
Kegiatan ini dihadiri oleh 99 peserta KILAB dan peserta-peserta terbaik dalam program Peningkatan Kompetensi Laboran. Program yang telah berjalan sejak 2023 ini tengah menggandeng asosiasi profesi laboran yakni PPLPI sebagai mitra dalam mengembangkan dan meningkatkan kapasitas laboran di perguruan tinggi.
Praktik Baik Penerima Program
Panel diseminasi menampilkan praktik baik para laboran penerima program KILAB dan PPLPI, khususnya peserta magang dan seminar nasional. Dari bidang geodesi dan geomatika, seni, hingga kimia, para narasumber melaksanakan magang di laboratorium kampus lain dan membawa pulang beragam rencana tindak lanjut.
Dari kedua sesi diskusi, dampak nyata dari program ini terlihat dari rencana mereka untuk memperbaiki tata kelola laboratorium kampus masing-masing, dari penyusunan modul praktikum, peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) laboratorium, perawatan aset, hingga penguatan jejaring antarlaboratorium untuk memperkuat kompetensi teknis laboran.
Program magang menekankan penguatan manajemen mutu, peningkatan kompetensi, dan kolaborasi sebagai hasil magang. Program sertifikasi juga dibahas melalui pengalaman terkait kompetensi keselamatan kerja di laboratorium, termasuk tips pelaksanaan yang siap direplikasi di kampus masing-masing.
Rangkaian pemaparan menunjukkan bahwa hasil praktik baik perlu diterjemahkan menjadi implementasi di laboratorium kampus. Ini menegaskan bahwa laboran adalah ujung tombak peningkatan mutu layanan sekaligus kontributor langsung terhadap penciptaan ekosistem laboratorium yang aman, efektif, dan inovatif.
Peran Besar Laboratorium Kampus
Pembahasan sesi kedua menegaskan bahwa laboratorium kampus adalah pusat inovasi strategis. Dari sisi industri, PT Vela Prima Nusantara memaparkan pengembangan transportasi hijau yang menuntut SDM terampil. Laboratorium diposisikan sebagai pusat pelatihan teknis (K3, perawatan alat, dan sertifikasi) sekaligus ruang kolaborasi riset kampus-industri untuk menyiapkan teknologi masa depan.
Dari sisi ekosistem riset, Ketua Umum PPLPI, Sofyan menekankan bahwa PLP adalah “jantung” penelitian kampus. Laboran merupakan mitra ilmiah peneliti yang menjaga mutu laboratorium. Penguatan peran PLP dan peningkatan kapasitas laboratorium menjadi langkah kunci agar kampus Indonesia sejajar dengan pusat riset global.
“PLP merupakan penggerak inovasi, penjaga mutu, dan pemeran utama dalam memastikan keberlangsungan tridarma perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi ekosistem strategis agar laboratorium Indonesia semakin kuat, adaptif, inovatif, dan berdampak nyata,” jelas Sofyan.
Sesi kedua panel peserta KILAB menampilkan hasil inovasi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Mereka berkarya mulai dari manikin praktik kesehatan, alat pembelajaran untuk penyandang disabilitas, teknologi analisis biomedis, hingga distillation unit hemat biaya. Inovasi lain seperti robot penjelajah bencana, kereta inspeksi rel, dan prototipe laser cutting. Ini menunjukkan bahwa laboratorium kampus menghasilkan solusi nyata di sektor kesehatan, mitigasi bencana, transportasi, dan efisiensi industri. Laboran terbukti punya kontribusi nyata untuk pembangunan teknologi nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






