Ditjen Risbang Selenggarakan Pelatihan Penulisan Paten 2025 untuk Perkuat Inovasi Perguruan Tinggi

Kabar

05 September 2025 | 10.05 WIB

Ditjen Risbang Selenggarakan Pelatihan Penulisan Paten 2025 untuk Perkuat Inovasi Perguruan Tinggi

Surakarta — Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 2–4 September 2025 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan diikuti oleh 50 dosen serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peneliti dan dosen dalam menyusun dokumen deskripsi permohonan paten sesuai ketentuan yang berlaku. Upaya ini merupakan bagian dari strategi Ditjen Risbang untuk mempercepat hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh industri dan masyarakat.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Risbang Yos Sunitiyoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan hasil riset.

“Kegiatan ini bisa mempercepat hilirisasi riset, dan kami berharap para peserta dapat segera mengajukan permohonan paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Harun Joko Prayitno, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan Ditjen Risbang menjadikan UMS sebagai mitra penyelenggara.

“Kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi kami siap mendampingi dan membimbing para peserta sampai benar-benar mampu mendaftarkan produk kekayaan intelektualnya. UMS berkomitmen mendukung percepatan hilirisasi hasil riset melalui peningkatan kualitas penulisan paten dan pemanfaatannya untuk masyarakat,” ungkapnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang teknik penulisan dokumen paten, penelusuran kebaruan invensi, dan praktik penyusunan deskripsi permohonan paten. Para narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang kekayaan intelektual.

Salah satu peserta, Tri Hannato Saputra dari Politeknik ATMI Solo, menyampaikan manfaat yang diperoleh dari pelatihan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dosen politeknik, karena kami terbiasa melakukan riset dengan output berupa produk. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan nilai tambah karena kini dapat mendaftarkan paten untuk produk yang telah kami hasilkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Ditjen Risbang berharap dapat meningkatkan kualitas penulisan paten di perguruan tinggi, memperkuat hilirisasi hasil riset, dan membangun ekosistem inovasi nasional yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang

Baca Juga