Ditjen Saintek Selenggarakan Sosialisasi Nasional Seleksi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan SMA Unggul Garuda Baru Tahun 2026

Kabar

07 February 2026 | 16.30 WIB

Ditjen Saintek Selenggarakan Sosialisasi Nasional Seleksi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan SMA Unggul Garuda Baru Tahun 2026

Jakarta — Dalam rangka mendukung visi Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia unggul, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi menyelenggarakan Sosialisasi Nasional Pelaksanaan Seleksi Pengadaan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan SMA Unggul Garuda Baru Tahun 2026 secara daring, Jumat (6/2).

 

Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi telah membuka seleksi sumber daya manusia SMA Unggul Garuda Baru sejak 2 Februari 2026 dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Sosialisasi nasional ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen Ditjen Saintek dalam memberikan pelayanan informasi yang optimal kepada masyarakat, sekaligus menjawab tingginya antusiasme publik serta berbagai pertanyaan yang masuk melalui kanal media sosial Ditjensaintek, Kemdiktisaintek, dan Sekolah Garuda.

 

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan perwakilan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Direktorat Pendidikan Profesi Guru, serta Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Para narasumber memberikan penjelasan komprehensif terhadap berbagai isu yang menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait kebijakan dan mekanisme seleksi pengadaan sumber daya manusia SMA Unggul Garuda Baru.

 

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Sekolah Garuda merupakan program strategis Kemdiktisaintek dalam mendukung pengembangan talenta unggul nasional.

 

“Program Sekolah Garuda merupakan program di bawah Kemdiktisaintek untuk mendukung dan mengembangkan talenta unggul. Program ini merupakan program prioritas nasional, sehingga seluruh prosesnya dilaksanakan secara cepat, mulai dari pembangunan fisik sekolah, rekrutmen guru dan tenaga kependidikan, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, hingga penerimaan peserta didik baru,” ujar Ahmad Najib Burhani.

 

Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, M. Samsuri, menjelaskan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada masyarakat, khususnya calon kepala sekolah, wakil kepala sekolah, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), calon tenaga kependidikan, serta para pemangku kepentingan, mengenai kebijakan, persyaratan, mekanisme, dan tahapan seleksi. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselarasan antara pengadaan sumber daya manusia dengan pembangunan fisik SMA Unggul Garuda Baru Tahun 2026.

 

Sosialisasi nasional ini menjadi langkah penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan proses, persyaratan, kriteria, dan tahapan seleksi dapat tersampaikan secara jelas, transparan, dan mudah dipahami, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengikuti proses pendaftaran,” jelas M. Samsuri

 

Antusiasme masyarakat tercermin dari beragam pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Pertanyaan tersebut antara lain berkaitan dengan kesempatan pendaftaran bagi guru berstatus PPPK, lulusan PPG prajabatan, serta peserta yang belum lulus seleksi ASN pada tahun sebelumnya namun masih tercatat dalam sistem SSCASN. Selain itu, masyarakat juga menanyakan keterkaitan linearitas bidang studi dan sertifikat pendidik dalam proses seleksi.

 

Isu lain yang banyak mendapat perhatian adalah persyaratan kemampuan bahasa Inggris, termasuk jenis sertifikat TOEFL/IELTS yang dapat digunakan, kemungkinan pemenuhan sertifikat setelah dinyatakan lulus seleksi, serta kendala biaya yang dihadapi sebagian peserta dalam memperoleh sertifikat tersebut.

 

Selain itu, terdapat pula pertanyaan mengenai penempatan dan mobilitas penugasan, termasuk kemungkinan mutasi apabila peserta ditempatkan di luar provinsi domisili, rencana pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di wilayah tertentu, serta hak dan fasilitas yang akan diterima oleh guru dan tenaga kependidikan yang dinyatakan lulus seleksi.

 

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, para narasumber dari kementerian dan lembaga terkait memberikan penjelasan secara menyeluruh guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Adapun penempatan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan SMA Unggul Garuda Baru direncanakan pada empat lokasi, yaitu:

 

 SMA Unggul Garuda Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
 SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur
 SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara
 SMA Unggul Garuda Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara

 

Melalui sosialisasi nasional ini, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi berharap dapat memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan SMA Unggul Garuda sebagai sekolah menengah atas unggulan yang berfokus pada penguatan sains, teknologi, dan karakter kebangsaan bagi generasi muda Indonesia.p

/

5

Ulas Sekarang