Dosen Politani Samarinda Kembangkan Inovasi Dutch Bucket dan Cocopeat untuk Kemandirian Pangan

Kampus Kita

16 February 2026 | 09.30 WIB

Dosen Politani Samarinda Kembangkan Inovasi Dutch Bucket dan Cocopeat untuk Kemandirian Pangan

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, perguruan tinggi vokasi dituntut menghadirkan inovasi yang aplikatif dan mudah diterapkan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Samarinda melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan warga di tingkat lingkungan.

Dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Haryatie Sarie, SP., MP., memberikan pelatihan hidroponik sistem Dutch bucket berbasis cocopeat kepada warga RT 036 Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata transfer teknologi tepat guna yang dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan sekaligus pemanfaatan limbah rumah tangga secara produktif.

Pelatihan yang berlangsung di Musholla Al Ikhlas tersebut diikuti puluhan warga dengan antusias. Peserta memperoleh pendampingan teknis mulai dari perakitan instalasi Dutch bucket, pemanfaatan jerigen dan galon bekas sebagai wadah tanam, hingga penggunaan sabut kelapa (cocopeat) sebagai media tanam yang hemat air dan ramah lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya mengajarkan teknik budidaya, tetapi juga membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Sebagai praktisi pertanian bersertifikat BNSP, Haryatie Sarie menekankan pentingnya memulai aksi nyata dari lingkungan terdekat. Warga diajak untuk mengaplikasikan sistem Dutch bucket di halaman rumah maupun di area perkantoran, sehingga praktik budidaya dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi kebutuhan rumah tangga.

Adapun pesan kunci yang disampaikan meliputi:

  • Peduli Lingkungan: Memanfaatkan limbah jerigen dan galon mineral agar tidak terbuang sia-sia serta berkontribusi pada pengurangan sampah plastik.
  • Media Tanam Cerdas: Menggunakan sabut kelapa (cocopeat) sebagai media tanam yang efisien dalam penggunaan air dan ramah lingkungan.
  • Kemandirian Pangan: Memenuhi kebutuhan dapur melalui budidaya sayuran segar hasil tanam sendiri.

Melalui inovasi Dutch bucket berbasis cocopeat ini, Politani Samarinda menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat. Sinergi antara akademisi dan warga menjadi benang merah dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis kepedulian lingkungan.

Kampus Berdampak

Kampus Kita

Best Practice

Politani Samarinda

Pengabdian Kepada Masyarakat

Produk inovatif

Inovasi Dosen

Cocopeat

Dutch Bucket

Peduli Lingkungan

/

5

Ulas Sekarang