Implementasi Asta Cita, Kemdiktisaintek Luncurkan 33 Prodi Dokter Spesialis dan Subspesialis di Jawa Tengah–DIY

Kabar

13 February 2026 | 07.45 WIB

Implementasi Asta Cita, Kemdiktisaintek Luncurkan 33 Prodi Dokter Spesialis dan Subspesialis di Jawa Tengah–DIY

Surakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melanjutkan rangkaian peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS) nasional melalui kegiatan launching pendirian program studi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS), Surakarta, Kamis (12/2).


Peluncuran di Jateng–DIY merupakan bagian dari rangkaian nasional pembukaan prodi PPDS dan PPDSS baru yang dilaksanakan serentak di 18 titik di seluruh Indonesia. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjawab tantangan kekurangan dokter spesialis dan subspesialis, sekaligus mendukung mandat Presiden dalam percepatan implementasi Asta Cita, khususnya dalam pemerataan layanan kesehatan di wilayah 4T (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Transmigrasi).


Di wilayah Jawa Tengah dan DIY, pelaksanaan program ini melibatkan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dan Universitas Islam Indonesia (UII).


Tenaga Ahli Mendiktisaintek sekaligus Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, Tri Hanggono Achmad, menegaskan bahwa pembukaan program studi baru ini bukan sekadar penambahan kapasitas pendidikan, melainkan misi kemanusiaan untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas.


“Pemerintah menargetkan percepatan produksi dokter spesialis dan subspesialis untuk menutup rasio dokter yang belum ideal, terutama di luar Pulau Jawa dan wilayah 4T. Kolaborasi perguruan tinggi di Jawa Tengah dan DIY ini menjadi bukti nyata sinergi akademik dalam memperkuat sistem kesehatan nasional,” ujar Tri Hanggono Achmad.


Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama, di antaranya Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY, Wali Kota Surakarta, jajaran pimpinan daerah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan DIY, serta pimpinan rumah sakit jejaring pendidikan, seperti RSUD Dr. Moewardi, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUP Dr. Kariadi. Turut hadir pula pimpinan asosiasi pendidikan kedokteran (AIPKI), lembaga akreditasi (LAM-PTKes), serta jajaran direksi rumah sakit calon RSPPU.


Rektor UNS, Hartono, selaku tuan rumah, menyampaikan komitmen UNS dan seluruh perguruan tinggi mitra untuk menjaga mutu pendidikan di tengah akselerasi pembukaan prodi baru.


“Kami memastikan bahwa percepatan ini tetap menjunjung tinggi kualitas. Dokter spesialis dan subspesialis yang dihasilkan harus memiliki kompetensi unggul dan kesiapan mengabdi di seluruh pelosok negeri,” tegasnya.


Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan bahwa kesehatan menjadi kebutuhan dasar utama masyarakat Jawa Tengah, sejalan dengan kebijakan nasional pemeriksaan dan pengobatan gratis.


Sebagai upaya pemerataan layanan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginisiasi program Spesialis Keliling (Speling), yakni layanan dokter spesialis berbasis mobil klinik untuk menjangkau desa-desa terpencil.


“Selama ini dokter spesialis terkonsentrasi di kota besar. Melalui program ini dan dukungan perguruan tinggi, kami berharap layanan spesialis dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” ujar Ahmad Luthfi.

Pada kesempatan ini, lima universitas di wilayah Jawa Tengah dan DIY secara bersama-sama meluncurkan 33 Prodi baru. UGM membuka enam Prodi yang didominasi pendidikan subspesialis vital seperti Jantung, Forensik, Patologi, serta Spesialis Pulmonologi dan Rehabilitasi Medik. UNSOED membuka Prodi Dokter Spesialis Patologi Anatomi untuk memperkuat layanan diagnostik, sementara UII berkontribusi melalui Program Studi Dokter Spesialis Patologi Klinik.

UNDIP memberikan kontribusi signifikan dengan membuka 15 Prodi baru, mencakup Spesialis Bedah Urologi, Orthopedi, Bedah Anak, serta berbagai subspesialis di bidang Anak, Obstetri dan Ginekologi, Bedah Saraf, Jantung, hingga Anestesiologi.

Sebagai tuan rumah, UNS meluncurkan 10 Prodi baru yang terdiri dari spesialis dan subspesialis. Selain bidang kuratif seperti Bedah Plastik, Bedah Toraks, dan Mata, UNS juga memperkuat aspek fundamental layanan kesehatan melalui Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer dan Gizi Klinik, serta sejumlah program subspesialis di bidang Bedah, Anak, dan Obstetri-Ginekologi.

Seiring pembukaan program studi baru, Kemdiktisaintek memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran dengan menetapkan tujuh calon Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) di Jawa Tengah dan DIY, yaitu RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RSUD Soewondo Pati, RSUD Kardinah Tegal, RS Bethesda Yogyakarta, RSUP Dr. Kariadi Semarang, serta RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Ketujuh rumah sakit tersebut akan bermitra dengan fakultas kedokteran setelah melalui tahapan verifikasi dan akreditasi sesuai ketentuan, guna memastikan proses pendidikan klinik berjalan optimal, bermutu, dan selaras dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional.


Peluncuran program studi PPDS dan PPDSS ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya tenaga medis unggul yang siap mengabdi di seluruh pelosok Indonesia. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap warga negara, tanpa terkecuali, memperoleh akses layanan kesehatan spesialistik yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.


/

5

Ulas Sekarang