Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung kerja sama dengan Polandia, melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Polandia untuk Indonesia, dalam memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di berbagai bidang. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie ketika melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Polandia untuk Indonesia, H.E. Barbara Szymanowska di kantor Kemdiktisaintek, Rabu (15/10).
Dalam pertemuan ini, dibahas mengenai potensi program pertukaran mahasiswa serta pengiriman dosen Indonesia ke Polandia dengan beasiswa studi pascasarjana di sejumlah bidang prioritas Presiden Republik Indonesia (RI), seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kesehatan.
“Presiden Prabowo berpesan untuk meningkatkan jumlah dokter spesialis serta mendorong ketahanan pangan dan energi. Hal ini bisa kita wujudkan melalui kolaborasi dengan Polandia, dimana perguruan tingginya memimpin di bidang-bidang tersebut,” kata Wamen Stella.
Hal ini disambut baik oleh Dubes Polandia. Dubes Barbara pun menyampaikan, biaya hidup di Polandia relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain di Eropa. Selain itu, banyak kampus menyediakan kelas berbahasa Inggris, membuat studi di Polandia cukup diminati mahasiswa internasional. Dubes Barbara turut menyampaikan potensi untuk melakukan riset jangka pendek di Polandia serta program beasiswa bagi warga negara Indonesia. Polandia juga tertarik untuk meningkatkan koneksi dengan perguruan tinggi Indonesia dalam berbagai bidang prioritas Indonesia serta bidang lainnya seperti penerbangan dan geologi.
“Kami akan memberikan data lengkap terkait perguruan tinggi terbaik dan demografi mahasiswa Polandia, untuk mempermudah rencana matching ke depannya,” kata Dubes Barbara.
Untuk mewujudkan kesempatan ini, Kemdiktisaintek akan mengambil langkah untuk memperjelas prosedur penyetaraan ijazah luar negeri di bidang kedokteran spesialis, serta memberikan daftar program kolaborasi yang telah berhasil dengan negara lain kepada perwakilan Kedubes Polandia untuk Indonesia.
Pihak Polandia turut menyampaikan informasi terkait pengiriman guru Bahasa Polandia ke perguruan tinggi-perguruan tinggi Indonesia yang memiliki potensi besar untuk diperluas. Saat ini, kelas Bahasa Polandia hanya dilaksanakan di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Hal ini disambut baik oleh Wamen Stella.
“Kami akan membantu komunikasikan pada kampus-kampus potensial dengan senang hati. Terdapat sejumlah kampus yang bekerja sama dengan Polandia, atau berada di daerah dengan banyak turis Polandia,” jelas Wamen Stella.
Pengembangan Industri Gim
Industri gaming yang cukup besar di Polandia, turut dibahas dalam kesempatan ini. Di sisi lain, terdapat pasar yang terus bertumbuh dan sangat potensial di Indonesia pada bidang yang sama, didukung oleh meningkatnya talenta muda di bidang animasi, desain, pengembangan gim, dan ekosistem ekonomi kreatif yang kian berkembang. Hal ini membuat kolaborasi antara Indonesia dengan Polandia di bidang gaming menjadi potensi yang menarik untuk dieksplorasikan.
“Kita bisa mengarahkan lebih banyak beasiswa serta membuat seminar terkait bidang pengembangan gim. Saat ini, bidang gaming memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia,” kata Wamen Stella.
Senada dengan pernyataan Wamen Stella, Dubes Barbara menyatakan bahwa Indonesia dapat menambah lebih banyak lagi pengembang gim, sebagai negara dengan jumlah pemain yang cukup besar.
“Tidak hanya industri gaming, tetapi kita juga dapat mengembangkan SDM-nya, di Indonesia maupun Polandia,” ujar Dubes Barbara.
Pertemuan ini menjadi awal yang menjanjikan bagi penguatan hubungan Indonesia-Polandia di bidang pendidikan tinggi, riset, dan ekonomi kreatif. Dengan membuka peluang kolaborasi dari laboratorium hingga ruang kreatif, kedua negara berharap dapat melahirkan lebih banyak inovasi, talenta unggul, dan kerja sama akademik yang berdampak luas bagi masyarakat.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






