Inovasi Cold Storage Portable Tenaga Surya, Karya Mahasiswa Berdampak untuk Ketahanan Pangan Pascabencana

Kabar

26 February 2026 | 17.30 WIB

Inovasi Cold Storage Portable Tenaga Surya, Karya Mahasiswa Berdampak untuk Ketahanan Pangan Pascabencana

Aceh Tamiang–Bencana alam kerap meninggalkan persoalan lanjutan yang tak kalah genting: terganggunya distribusi, dan kualitas logistik pangan. Dalam situasi darurat, bahan makanan segar seperti sayur, buah, daging, dan obat-obatan rentan rusak akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin serta akses listrik yang terputus. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa menghadirkan sebuah inovasi solutif berupa Cold Storage Portable Tanggap Bencana Berbasis Tenaga Surya yang diterapkan di Desa Kampung Dalam Aceh Tamiang, Kamis (26/2).

Inovasi ini menjadi wujud nyata semangat Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikstisaintek) dalam mendorong kontribusi aktif mahasiswa terhadap pemulihan dan pemberdayaan masyarakat pascabencana di wilayah Aceh Tamiang.


Dosen pembimbing utama yang juga menjabat sebagai Kepala Jurusan Teknik Elektro Polmed, Supriyanto menyampaikan bahwa inovasi cold storage berbasis tenaga surya ini telah melalui proses penelitian dan implementasi di berbagai daerah, sehingga diyakini mampu menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana.


“Kami dari Politeknik Negeri Medan dipercaya melaksanakan program ini di Aceh Tamiang melalui inovasi cold storage berbasis tenaga surya. Dengan teknologi yang telah melalui riset dan implementasi di berbagai daerah, alat ini diharapkan tetap berfungsi optimal meskipun terjadi pemadaman listrik, sehingga mendukung penyimpanan bahan pangan UMKM dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.” ujar Supriyanto.


Pemanfaatan tenaga surya dalam sistem pendingin ini selaras dengan komitmen global terhadap energi bersih dan pembangunan berkelanjutan. Dengan mengandalkan energi matahari, sistem ini tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menekan emisi karbon.


Kolaborasi dengan UMKM 


Mahasiswa Polmed yang tergabung dalam UKM Society of Renewable Energy, Riska Aini Putri menjelaskan bahwa pemanfaatan cold storage ini juga bekerja sama dengan mitra UMKM katering makanan, yang sehari-hari memproduksi makanan untuk dijual kepada masyarakat setempat.


“Kami juga bekerja sama dengan mitra UMKM katering. Bahkan kemarin mereka memproduksi sekitar 4.000 porsi takjil. Dengan adanya cold storage ini, bahan makanan maupun hasil masakan dapat disimpan dengan aman, termasuk saat terjadi pemadaman listrik, sehingga aktivitas UMKM bisa tetap berjalan,” ujar Riska.


Hal ini juga di sampaikan oleh pelaku UMKM, Suri Julianti yang mengungkapkan dampak positif kehadiran cold storage berbasis tenaga surya ini terhadap keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi warga di wilayahnya.


“Kami sangat berterima kasih kepada para mahasiswa. Dengan adanya cold storage berbasis tenaga surya ini, kami sangat terbantu dalam menyimpan bahan makanan agar tetap segar dan tidak cepat rusak. Kami juga lebih tenang menjalankan usaha meskipun listrik tidak stabil, sehingga fasilitas ini membuat usaha kami bisa berjalan lebih stabil setelah terdampak bencana,” ungkap Suri.


Program Mahasiswa Berdampak membuktikan bahwa mahasiswa bukan sekadar insan akademik, tetapi juga agen perubahan sosial. Melalui riset terapan dan inovasi teknologi, mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan nyata di masyarakat, mengembangkan solusi berbasis sains dan teknologi, mengimplementasikan hasil inovasi secara langsung, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Kemdiktisaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang

Baca Juga