Toba-Pada Inaugurasi dan Dies Natalis ke-XXIV Institut Teknologi (IT) Del, 486 mahasiswa baru resmi dikukuhkan di Gedung Serba Guna Yayasan Del, Sumatra Utara, Sabtu (20/9).
Rektor IT Del, Arnaldo Marulitua Sinaga mendorong pentingnya kolaborasi dalam mendukung mahasiswa dan kampus. Hal ini disampaikannya ketika memberi sambutan pada acara ini.
“Sinergi antara yayasan, sivitas akademika, pemerintah, dan mitra industri berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan potensi mahasiswa dan kemajuan IT Del secara berkelanjutan,” jelas Rektor Arnaldo.
Selain itu, Rektor Arnaldo juga menyoroti Program Studi Bioteknologi sebagai Program Studi baru. Harapannya, para mahasiswa Bioteknologi dapat menjadi pionir yang berprestasi dan berkontribusi nyata dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.
“Para mahasiswa baru terdiri dari 54 orang prodi D3 Teknologi Informasi, 44 orang untuk D3 Teknologi Komputer, 62 orang untuk D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, 58 orang untuk S1 Informatika, 55 orang untuk S1 Manajemen Rekayasa, 59 orang untuk S1 Sistem Informasi, 16 orang untuk S1 Teknik Bioproses, 46 untuk S1 Teknik Elektro, 55 orang untuk Teknik Metalurgi, dan 17 orang untuk Bioteknologi,” papar Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaa IT Del, Johannes Harungguan Sianipar dalam laporannya.
Turut menghadiri acara ini yaitu Pendiri Yayasan Del sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Del, Luhut Binsar Panjaitan. Luhut menekankan pentingnya semangat yang tinggi, kemauan yang kuat, serta daya saing yang besar, disertai kesungguhan dalam belajar.
“Penting untuk membangun kerja sama tim atau team work sejak dini. Hal ini akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan akademik maupun di dunia profesional kelak. Diharapkan juga, para mahasiswa dapat selalu menghormati dosen, orang tua, teman, serta seluruh orang di sekitarnya sebagai wujud karakter yang baik dan berintegritas,” tegas Luhut.
Narasumber yang hadir dalam Dies Natalis IT Del tahun 2025 adalah Global Head for NVIDIA AI Technology Center, Simon See dan pendiri Rumah Faye, Faye Simanjuntak. Simon menekankan keterkaitan erat antara pengalaman pendidikan di universitas, perkembangan teknologi, dan peran kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk masa depan pembelajaran. Sementara itu, Faye berbagi kisah mengenai perjalanannya dalam mendirikan organisasi Rumah Faye yang berfokus pada perlindungan anak dari eksploitasi, perdagangan manusia, dan kekerasan. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Del, Intan Simanjuntak, Ketua Senat Akademik IT Del, Robert Saragih, Patuan P. Simatupang, Lamida Simatupang, Devi Pandjaitan, Eldinar Sinaga, Uli Pandjaitan, serta tamu kehormatan lainnya.






