Canberra, Kemendikdasmen – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) terus memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia di kawasan Pasifik melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan beasiswa bagi masyarakat Vanuatu yang dilaksanakan pada 11–14 Maret 2026 di Port Vila.
Kegiatan ini menghadirkan dua program unggulan Pemerintah Indonesia, yaitu Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesia Aid Scholarship (TIAS), yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di negara mitra. Penutupan pendaftaran beasiswa TIAS dan seleksi administrasi KNB dilakukan pada tanggal 17 April 2026
Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan ini secara langsung, yang terdiri dari mahasiswa, lulusan perguruan tinggi, serta pegawai pemerintah Vanuatu. Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan setempat.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof. Yuli Rahmawati, menegaskan bahwa program beasiswa merupakan instrumen penting diplomasi pendidikan Indonesia.
“Melalui beasiswa KNB dan TIAS, Indonesia tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memperkuat hubungan people-to-people serta membangun jejaring kolaborasi jangka panjang antara Indonesia dan negara-negara Pasifik,” ujarnya, Senin (21/04/2026).
Antusiasme Tinggi Pelamar Beasiswa
Hingga saat ini, proses seleksi dan pendaftaran dengan batas akhir 17 April menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Vanuatu.
Beasiswa KNB tercatat sebanyak 31 pendaftar yang sedang dalam proses seleksi administrasi.
Beasiswa TIAS mencatat 64 pendaftar yang telah melengkapi berkas administrasi.
Selain sosialisasi, KBRI Canberra juga memberikan pendampingan teknis secara langsung, mulai dari pengisian formulir, persiapan dokumen, hingga proses unggah dan finalisasi aplikasi. Pendampingan ini menjadi krusial untuk membantu pelamar mengatasi kendala teknis dan administratif yang masih dihadapi.
Perkuat Kerja Sama Pendidikan di Kawasan Pasifik
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah penerima beasiswa, tetapi juga memperkuat kerja sama pendidikan serta hubungan bilateral Indonesia–Vanuatu. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi pendidikan Indonesia dalam mendukung pembangunan kapasitas sumber daya manusia di kawasan Pasifik.
Sebagai langkah lanjutan, KBRI Canberra juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Universitas Terbuka untuk menyediakan akses pendidikan berbasis daring bagi masyarakat Vanuatu, sehingga mereka dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan negaranya.
Komitmen Berkelanjutan
KBRI Canberra akan terus melakukan pendampingan selama proses pendaftaran beasiswa, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah Vanuatu untuk kelanjutan program. Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam memperluas akses pendidikan global, mempererat hubungan antarbangsa, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di kawasan Pasifik. (Atdikbud Canberra)






