KPPTI 2025: Perguruan Tinggi Swasta Berbagi Praktik Baik Tata Kelola Kampus

Kabar

20 November 2025 | 07.45 WIB

KPPTI 2025: Perguruan Tinggi Swasta Berbagi Praktik Baik Tata Kelola Kampus

Surabaya—Rangkaian Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 menghadirkan bahasan penting  "Good University Governance (Tata Kelola Kampus yang Baik, red) di Lingkungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS)".  Digelar di Auditorium Fakultas Psikologi Unesa, empat pimpinan PTS terkemuka di Indonesia tampil memberikan pemaparan, Rabu (19/11).  

Dalam forum ini, seluruh narasumber memaparkan praktik terbaik penerapan GUG termasuk tantangan, serta strategi tata kelola yang diterapkan masing-masing PTS. Mereka adalah Rektor Binus University, Nelly, Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) Benny Lianto, Rektor Universitas Gunadharma, Margianti, dan Wakil Rektor I Universitas Pamulang, Ubaid Al Faruq.

Tata Kelola Berbasis Kepercayaan dan Mutu

Rektor Universitas Surabaya (Ubaya), Benny Lianto menjelaskan bahwa tata kelola di PTS harus berangkat dari budaya organisasi dan kepemimpinan yang etis. Ia menjelaskan bahwa Ubaya membangun tata kelola berbasis kepercayaan.

Benny Lianto memaparkan lima praktik terbaik GUG Ubaya, yaitu: culture building dan ethical leadership; digital governance dan pengambilan keputusan berbasis data; quality assurance strengthening; stakeholder engagement; dan internasionalisasi sebagai outcome dari tata kelola yang baik. 

"Mutu harus menjadi prioritas utama, sementara reputasi akan mengikuti seiring kualitas terjaga," jelasnya.

Sentralisasi Operasi, Desentralisasi Akademik

Selanjutnya Rektor Binus University, Nelly, menceritakan perjalanan Binus dari sebuah kursus komputer hingga berkembang menjadi universitas besar dengan visi global. Ia menegaskan bahwa seluruh transformasi tersebut tidak lepas dari nilai yang dirumuskan melalui akronim SPIRIT (Straving for Excellence, Perseverance, Integrity, Respect, Innovation, Teamwork).

"Kami menjalankan model SODA, yakni Sentralisasi Operasi dan Desentralisasi Akademik. Semua layanan administratif kami pusatkan agar efisien, tetapi seluruh kebijakan akademik tetap dikelola secara mandiri oleh fakultas dan program studi," ujarnya menjelaskan kunci efisiensi Binus dalam menyeimbangkan tata kelola.

Inovasi dan Keberpihakan Sosial

Rektor Universitas Gunadarma, Margianti, memaparkan bagaimana Gunadarma tumbuh dari lembaga kecil hingga kini menjadi universitas besar dengan 92 gedung, supercomputer, serta kawasan technopark

Ia menambahkan bahwa Gunadarma saat ini mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari hilirisasi pertanian, smart greenhouse, energi terbarukan, hingga penguatan program MBKM dan riset.

Di sesi terakhir, Wakil Rektor 1 Universitas Pamulang (Unpam), Ubaid Al Faruq, menggarisbawahi bahwa PTS harus menjadi pusat peradaban. Unpam sebutnya, berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui biaya terjangkau, fleksibilitas pembelajaran, dan keberpihakan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah.

Ubaid Al Faruq menutup presentasinya dengan menegaskan bahwa GUG adalah ikrar modal dan strategi. 

“PTS harus menjadi arsitek keunggulan yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan bangsa,” tutupnya.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif

#KPPTI2025



news

cms

/

5

Ulas Sekarang