Jakarta-Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama strategis dengan negara Inggris. Salah satu komitmen terbesar yang menjadi sorotan adalah penyediaan 10.000 beasiswa sebagai daya tarik bagi universitas-universitas top Inggris untuk membuka kampus di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengatakan bahwa upaya mengakselerasi langkah ini, Kemdiktisaintek dan Inggris sepakat bahwa penyusunan rencana bisnis yang komprehensif menjadi faktor kunci keberhasilan.
Selain membuka kampus top Inggris di Indonesia, kerja sama ini juga mencakup peningkatan kualitas SDM, terutama dosen dan peneliti Indonesia.
“Kami ingin meningkatkan jumlah dosen Indonesia yang dapat meraih gelar PhD di universitas riset terbaik Inggris, termasuk peluang penurunan biaya kuliah dan peningkatan akses ke Oxford dan Cambridge,” ujar Wamen Stella.
Langkah ini selaras dengan program strategis Presiden dalam memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia. UK International Education Champion, Sir Steve Smith ditunjuk Pemerintah Inggris untuk memimpin pembahasan ini. Ia menegaskan komitmen negaranya dalam pertemuan tersebut.
“Presiden Prabowo, menginginkan universitas-universitas terbaik Inggris hadir di Indonesia dan berkata, ‘Tahun 2026’ Pemerintah Indonesia bahkan menyiapkan 10.000 beasiswa. Tantangan saya adalah mewujudkan apa yang diminta Presiden kepada pemerintah Inggris,” ujar Sir Steve.
Bangun Multikampus Asal Inggris
Rencana ini sejalan dengan kebijakan transnational education Inggris yang menjamin mutu pendidikan sesuai standar global namun dengan biaya yang lebih terjangkau bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Inggris juga menyampaikan bahwa universitas yang dipersiapkan adalah bagian dari Russell Group, kelompok 24 universitas terbaik Inggris, termasuk Birmingham, Glasgow, Liverpool, dan Queen Mary. Steve menambahkan bahwa kehadiran kampus unggulan tersebut akan memperkuat kapasitas riset nasional dan membuka peluang kolaborasi berskala global.
Kemdiktisaintek menegaskan perlunya rencana bisnis jangka panjang yang terukur. Rencana bisnis harus mencakup jumlah mahasiswa, program studi prioritas, pendanaan, hingga penentuan lokasi kampus bersama Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) untuk membuat program ini bukan hanya untuk satu atau dua tahun, melainkan visi 10 tahun dengan memastikan keberlanjutan, dan menekankan bahwa skema beasiswa 10.000 mahasiswa ini bersifat khusus dan tidak tercampur dengan program beasiswa lain yang dikelola pemerintah.
Kemdiktisaintek bersama LPDP akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga dengan mitra internasional untuk memastikan seluruh arahan Presiden, mulai dari beasiswa, kolaborasi riset, hingga pendirian multikampus dapat diwujudkan demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






