Bandung Barat–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat komitmen bersama dalam perluasan akses pendidikan tinggi bagi siswa Sekolah Rakyat. Komitmen ini disampaikan dalam pertemuan koordinatif yang berlangsung di Lembang, Jumat (28/11).
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang menyampaikan bahwa dukungan pemerintah terhadap siswa dari kelompok rentan merupakan bagian dari gagasan besar pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia.
“Kami menyambut baik gagasan dari Bapak Menteri, yang tentunya ini mewujudkan gagasan besar dari Bapak Prabowo untuk anak-anak kita bisa melanjutkan jenjang perguruan tinggi. Kemdiktisaintek telah menyiapkan berbagai skema dukungan beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), dan jalur afirmasi melalui ujian atau jalur berbasis bakat. Kolaborasi ini akan kami perluas ke perguruan tinggi, lembaga, dan kementerian,” ujar Sesjen Togar.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menegaskan bahwa alokasi awal penerimaan mahasiswa dari Sekolah Rakyat pada tahun 2028 telah mencapai 2.600 kuota, dengan rincian 1.000 kuota melalui KIP Kuliah, 500 melalui ADik, 500 melalui jalur afirmasi SNPMB, dan 600 melalui 39 Politeknik Kesehatan di seluruh Indonesia. Selain itu, PT Pos Indonesia turut menyediakan 80 hingga 100 kuota beasiswa melalui Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI). Kerja sama juga dilakukan dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG University). Mensos menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian ini membuka peluang lebih luas bagi siswa Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di antaranya adalah kita ingin lulusan-lulusan Sekolah Rakyat nanti bisa melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai dengan kapasitas, kemampuan, dan bakat yang dimiliki. Jadi, tentu boleh masuk perguruan tinggi, tetapi harus tetap memenuhi standar yang telah ditentukan,” ujar Mensos Saifullah.
Mensos juga menekankan bahwa program ini tidak hanya memfasilitasi jalur akademik, tetapi juga memberi ruang bagi siswa yang ingin menjadi pekerja terampil maupun wirausaha. Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di Indonesia, dengan jumlah hampir 16.000 siswa, lebih dari 3.000 guru, dan sekitar 4.000 tenaga kependidikan. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan kualitas layanan, kurikulum boarding school, hingga perbaikan fasilitas berjalan sesuai standar.
“Jadi yang penting ini kan kita punya target ya, targeted kepada mereka yang di desil 1, desil 2. Mereka yang selama ini suaranya tidak didengar, mereka yang belum sekolah, putus sekolah. Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka memiliki kesempatan dan harapan baru,” tambah Mensos.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Hasan Chabibie.
Kemdiktisaintek dan Kemensos menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas pihak guna memastikan akses pendidikan tinggi semakin terbuka, berkeadilan, dan memberi manfaat nyata bagi masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





