Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Kosmetik Nasional melalui SICS 2025

Kabar

13 October 2025 | 15.46 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Kosmetik Nasional melalui SICS 2025

Tangerang Selatan — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menghadiri acara peluncuran The Society of Indonesian Cosmetic Scientists (SICS) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD pada Jumat (10/10).

Peluncuran SICS ini bertepatan dengan Cosmobeaute Indonesia 2025, pameran tahunan industri kecantikan, spa, rambut, dan kesehatan yang mempertemukan pelaku usaha, profesional, serta merek dari dalam dan luar negeri untuk menampilkan inovasi dan menjalin kemitraan bisnis.

Dalam sambutannya, Dirjen Fauzan mengungkapkan bahwa sektor kosmetika memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak baru ekonomi berbasis inovasi di Indonesia.

“Hilirisasi di bidang kosmetika Indonesia diproyeksikan mencapai 160 triliun rupiah di tahun 2025. Jika ekosistem ini dapat kita bangun dengan baik, maka pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dapat berjalan beriringan. Oleh karena itu, kami mendorong terciptanya kemitraan dan kolaborasi yang kuat di antara para pemangku kepentingan, ujarnya.

Lebih lanjut, Dirjen Fauzan menekankan pentingnya strategi pengembangan industri kosmetika ke arah produk alami dan berkelanjutan. Menurutnya, fokus pada inovasi berbasis bahan alami serta berkelanjutan lingkungan akan menjadi kunci daya saing global.

“Dengan memperkuat riset dan hilirisasi, kita memastikan bahwa industri kosmetika nasional tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum SICS, Sutriyo, menyampaikan bahwa peluncuran SICS menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi di ekosistem kosmetika nasional. “Kami ingin membangun kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan regulator agar dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan industri kosmetika Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, SICS akan menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin ilmu–-mulai dari apoteker, dermatolog, ahli teknik kimia, hingga ilmuwan lainnya. “Dengan fondasi keilmuan yang kuat, kami percaya dapat membangun industri kosmetik yang berkualitas, aman, dan berbasis sains,” tutupnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana SICS 2025, Pietradewi Hartrianti, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peluncuran SICS yang menjadi ruang temu bagi para ilmuwan dan praktisi kosmetika di Indonesia.

“Melalui acara SICS ini, kami ingin mendorong berbagai kemungkinan kolaborasi yang bisa dikembangkan, baik dari sisi akademisi maupun ilmuwan, untuk bersama-sama membangun industri kosmetika Indonesia.”

“Harapannya, tahun depan kita dapat kembali berkumpul dalam kegiatan serupa yang menjadi agenda rutin bagi para insan di dunia kosmetik untuk bersilaturahmi dan berkolaborasi,” ujarnya.

Kepala organisasi riset kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), NiLuh Putu Indi Dharmayanti, juga menyoroti pentingnya acara SICS ini yang sejalan dengan visi BRIN dalam mendorong inovasi riset nasional.

“Pasar kosmetika nasional terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, kecantikan, dan gaya hidup, serta munculnya produk-produk lokal berbasis inovasi dan kearifan lokal. Keberadaan SICS menjadi langkah strategis yang sejalan dengan visi BRIN untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara riset, akademisi, dan industri menjadi kunci agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata dalam meningkatkan daya saing dan menumbuhkan industri nasional.

Melalui peluncuran SICS 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di bidang kosmetika.

Sinergi lintas sektor antara akademisi, peneliti, industri, dan regulator diharapkan dapat mendorong lahirnya produk-produk kosmetik lokal yang unggul, aman, dan berdaya saing global.

/

5

Ulas Sekarang