Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset Internasional melalui Program Interdisipliner Monash University di Indonesia

Kabar

21 October 2025 | 11.34 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset Internasional melalui Program Interdisipliner Monash University di Indonesia

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyambut baik inisiatif Monash University melalui Monash Indonesia yang menghadirkan 140 mahasiswa doktoral berprestasi dalam program interdisipliner di Kedutaan Besar Australia. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi lintas bidang dalam menjawab tantangan strategis pembangunan nasional, Senin (20/10).

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang menyampaikan apresiasi kegiatan yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi dan riset yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Saya menyampaikan salam hangat dan apresiasi kepada Monash University atas inisiatif luar biasa dan kepada seluruh peserta yang bergabung dengan kami dari Australia, Indonesia dan wilayah lainnya. Kegiatan ini bukan sekadar teori akademik saja, melainkan perwujudan semangat kolaborasi, pemahaman komunikasi multikultural, inovasi dan komitmen bersama kedua negara,” ujar Sesjen Togar.

Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pertemuan ini, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi bilateral di bidang pendidikan dan menyatakan kebanggaannya atas kemitraan erat antara Australia dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan penelitian. Gita menegaskan bahwa kolaborasi ini tercermin melalui berbagai kerja sama akademik dan riset antarlembaga, yang tidak hanya mendorong inovasi di Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kapasitas dan peningkatan kemampuan kedua negara secara berkelanjutan.

“Australia dan Indonesia bekerja sama secara erat dalam kolaborasi akademik dan penelitian. Ada ratusan kemitraan akademik dan penelitian antara institusi Australia dan Indonesia yang mendorong inovasi serta membangun kapasitas dan kemampuan di kedua negara, salah satunya program KONEKSI Kolaborasi dalam bidang Pengetahuan, Inovasi dan Teknologi. Saya bangga bahwa Universitas Monash adalah universitas asing pertama yang mendirikan kampus di Indonesia, diikuti oleh dua universitas Australia lainnya yaitu Universitas Deakin dan Universitas Western Sydney awal tahun ini. Kampus-kampus ini membantu membuat pendidikan Australia berkualitas tinggi lebih mudah diakses oleh mahasiswa Indonesia,” ujar Deputy Ambassador Gita Kamath. 

Kolaborasi yang terjalin tidak hanya melibatkan perguruan tinggi dari luar negeri, tetapi juga menggandeng universitas ternama di Indonesia. Sinergi ini mencerminkan kekuatan kemitraan lintas negara dalam menghadapi tantangan dunia nyata melalui pendekatan lintas disiplin, serta berkontribusi dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk berbagai permasalahan yang ada.

Melalui kolaborasi ini, Kemdiktisaintek berharap akan lahir jejaring riset yang semakin kuat antara perguruan tinggi Indonesia dan mitra global, khususnya dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kemitraan strategis ini menjadi langkah penting dalam membangun generasi ilmuwan Indonesia yang kompeten secara global dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.

Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan memperluas kolaborasi riset internasional yang berorientasi pada dampak, serta memastikan pendidikan tinggi Indonesia menjadi bagian aktif dari ekosistem pengetahuan dunia.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang