Kemdiktisaintek Dorong UNU NTB Jadi Pusat Transformasi Sosial dan Inovasi Daerah

Kabar

08 November 2025 | 18.21 WIB

Kemdiktisaintek Dorong UNU NTB Jadi Pusat Transformasi Sosial dan Inovasi Daerah

Mataram—Upaya membangun sumber daya manusia unggul terus menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Dalam orasi ilmiah pada Wisuda ke-VI Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan pembentukan karakter yang mampu menghadirkan ilmu pengetahuan sebagai solusi nyata bagi masyarakat, Sabtu (8/11).

“Masa depan dimiliki oleh mereka yang mampu menemukan dan menciptakan inovasi baru,” ujar Menteri Brian di hadapan civitas UNU.

Menteri Brian juga menekankan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada persoalan global yang kompleks dan saling berkaitan, mulai dari perubahan iklim, krisis pangan, hingga kemajuan kecerdasan buatan (AI) yang menuntut generasi muda untuk berpikir lintas disiplin, dan mampu menghubungkan sains dengan kemanusiaan, serta teknologi dengan etika.

“Ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus hadir sebagai solusi. Karena itu, kampus harus menjadi ruang tempat ilmu tumbuh bersama masyarakat,” lanjut Menteri Brian.

UNU NTB dinilai memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan nasional, terutama di sektor-sektor prioritas seperti pangan, energi, kesehatan, maritim, dan digitalisasi. NTB dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih, bioteknologi laut, serta pariwisata berbasis budaya yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Dengan akar sosial yang kuat dan semangat kebudayaan yang hidup, UNU NTB adalah salah satu kampus yang siap menjadi pusat transformasi sosial di Nusa Tenggara Barat,” ujar Menteri Brian.

Rektor UNU NTB, Baiq Mulianah dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda keenam universitas tersebut yang diikuti oleh 495 lulusan. Dalam 11 tahun kiprahnya, UNU NTB telah melahirkan lebih dari 1.200 lulusan, dengan tingkat keterlacakan alumni (tracer study) mencapai 85%. Khusus untuk program studi gizi, seluruh alumninya telah terserap di dunia kerja bahkan sebelum wisuda.

“Kami ingin UNU hadir bukan hanya sekadar universitas, tetapi menjadi lembaga yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Rektor Baana.

Wisuda ke-VI UNU NTB juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Lalu Hadrian Irfani, yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi UNU NTB dalam mempersiapkan generasi muda berkarakter dan berdaya saing. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri dan masyarakat, serta mendorong kolaborasi antara dunia akademik, usaha, dan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek kembali menegaskan paradigma Diktisaintek Berdampak, yakni pendidikan tinggi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang