Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung peluncuran dan peresmian Smart Greenhouse di lingkungan Universitas Gunadarma Technopark sebagai upaya memperkuat pembelajaran, riset, dan inovasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Fasilitas yg berlokasi di Cianjur Jawa Barat ini diharapkan menjadi pusat unggulan iptek yang memberikan dampak nyata bagi perguruan tinggi dan masyarakat, Selasa (23/12).
Peluncuran Smart Greenhouse merupakan bagian dari implementasi Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PPPTS) skema kemitraan yang diinisiasi Kemdiktisaintek. Program ini bertujuan meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan tinggi melalui kolaborasi antarkampus, penguatan sarana riset, serta pemanfaatan teknologi terapan yang mendukung agenda pembangunan nasional.
Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Muhammad Najib, menegaskan bahwa keberadaan Smart Greenhouse mencerminkan pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri serta masyarakat.
“Technopark dan Smart Greenhouse kami dorong menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa, sekaligus meeting point antara keahlian kampus dan kebutuhan industri. Di sinilah riset, pembelajaran, dan inovasi bertemu dan menghasilkan dampak,” uja Direktur Najib.
Sementara itu Rektor Universitas Gunadarma, Margianti menyampaikan bahwa Smart Greenhouse dirancang sebagai ruang pembelajaran lintas-disiplin yang mengintegrasikan teknologi, pertanian, dan manajemen. Fasilitas ini tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa secara praktis.
“Keberadaan Smart Greenhouse menjadi bagian dari upaya kami untuk memaksimalkan potensi yang ada agar dapat dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan terjangkau. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi, pengelolaan, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Margianti.
Kemdiktisaintek menilai inisiatif ini sejalan dengan upaya mendorong perguruan tinggi agar berperan sebagai kampus berdampak, yakni kampus yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitarnya.
Dukungan terhadap pengembangan Smart Greenhouse juga disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah yang mengapresiasi konsistensi Universitas Gunadarma dalam mengembangkan inovasi berbasis STEM dan pertanian modern.
“Di saat banyak perguruan tinggi mulai meninggalkan sektor pertanian, Universitas Gunadarma justru menghadirkan pendekatan teknologi yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Ini penting untuk menunjukkan kepada generasi muda bahwa pertanian dan teknologi dapat berjalan beriringan dan memiliki masa depan yang menjanjikan,” ungkap Ledia.
Peresmian Smart Greenhouse dilakukan melalui kolaborasi antara Kemdiktisaintek, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra terkait. Fasilitas ini dilengkapi teknologi pertanian cerdas (smart farming) dan dirancang sebagai wahana pembelajaran, penelitian terapan, serta edukasi publik, termasuk bagi siswa SMA dan SMK.
Kemdiktisaintek berharap Smart Greenhouse ini dapat menjadi contoh praktik baik bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan pusat unggulan iptek berbasis kolaborasi dan inovasi. Ke depan, kementerian akan terus mendorong sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk memperluas dampak pendidikan tinggi bagi pembangunan nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





