Kemdiktisaintek Percepat Tanggap Darurat dan Pemulihan Pendidikan Tinggi di Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Kabar

08 December 2025 | 18.00 WIB

Kemdiktisaintek Percepat Tanggap Darurat dan Pemulihan Pendidikan Tinggi di Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Jakarta, 8 Desember 2025 – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan komitmen penuh dalam mempercepat penanganan darurat dan pemulihan layanan pendidikan tinggi di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor. Upaya dilakukan melalui langkah cepat di tahap tanggap darurat hingga akhir Desember dan dilanjutkan dengan program pemulihan yang akan berjalan mulai Januari 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyampaikan bahwa kementerian telah memetakan puluhan perguruan tinggi terdampak dan menggerakkan lebih dari tiga puluh kampus sebagai posko utama di lapangan. Kampus-kampus ini menjadi pusat koordinasi bantuan, sekaligus lokasi distribusi logistik dan layanan kesehatan.

“Kami memastikan setiap langkah berbasis laporan dan data yang dikirim langsung dari kampus-kampus di daerah bencana, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat kebutuhan,” ujar Wamen Fauzan.

Wamendiktisaintek Stella Christie menjelaskan bahwa koordinasi juga dilakukan dengan TNI AU untuk akses darat yang terputus dan TNI AD yang memberikan akses pada logistik darurat seperti tenda dan Bed pasien dilakukan dengan sangat intensif. Tenaga medis dari kampus kesehatan juga telah diterjunkan untuk memperkuat layanan di wilayah yang paling terdampak. Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti air bersih, obat-obatan, pangan siap saji, serta pakaian layak menjadi prioritas, terutama bagi kelompok rentan.

“Setiap bantuan kami pastikan mengikuti daftar kebutuhan riil yang dilaporkan kampus posko setiap hari,” tegas Wamen Stella.

Selain bantuan darurat, Kemdiktisaintek menyiapkan dukungan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak. Bantuan ini diprioritaskan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah dan program afirmasi yang keluarganya terdampak langsung, termasuk mereka yang rumahnya mengalami kerusakan. Bentuk dukungan ini diharapkan menjaga keberlangsungan studi agar mahasiswa tidak kehilangan hak pendidikan akibat bencana.

Memasuki Januari 2026, pemerintah menyiapkan tahap pemulihan yang meliputi perbaikan sarana prasarana kampus, pendampingan psikososial, serta program penguatan mitigasi bencana. Upaya ini dilakukan untuk memastikan aktivitas akademik dapat kembali berjalan bertahap dan aman. Wamen Fauzan menegaskan bahwa pemulihan pendidikan tinggi harus menjadi gerakan bersama.

“Tidak boleh ada satu pun mahasiswa yang terhenti pendidikannya karena bencana ini,” pungkas Wamen Fauzan.

Kemdiktisaintek memastikan bahwa seluruh langkah, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan, dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga nasional. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan menguatkan ketahanan pendidikan tinggi di wilayah terdampak

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif




/

5

Ulas Sekarang