Kolaborasi Akademik, Kunci Kampus Berdampak dan Berdaya Saing Global

Kabar

27 March 2026 | 10.30 WIB

Kolaborasi Akademik, Kunci Kampus Berdampak dan Berdaya Saing Global

Bandung–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan visi kampus agar semakin berdampak, dan berdaya saing global. Hal ini ditegaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto secara daring, dalam giat Silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Universitas Islam Bandung (Unisba), Jumat (27/3).

Dalam arahannya, Menteri Brian menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Ramadan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Ditekankan Mendiktisaintek bahwa pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi harus berlandaskan nilai ketakwaan agar memberikan kebermanfaatan yang nyata. Selain itu juga digarisbawahi pentingnya penguatan akademik melalui kolaborasi antarsivitas, sebagai fondasi dalam mewujudkan kampus yang berdampak dan berdaya saing global.

“Ramadan sejatinya melatih kita menahan diri, mendisiplinkan waktu, dan memperkuat kejujuran. Jangan sampai ibadah kita berhenti di bulan Ramadan. Ilmu bisa kehilangan arah, riset bisa kehilangan kejujuran, dan inovasi bisa kehilangan keberkahan jika tidak dilandasi nilai ketakwaan. Karena itu, kita perlu memperkuat ukhuwah akademik melalui kolaborasi agar kampus tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Rektor Unisba, Harits Nu’man, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk melanjutkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan akademik serta memperkuat komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara ilmu dan berkarakter.

“Bulan Syawal harus menjadi momentum peningkatan, di mana nilai keimanan, ketakwaan, dan ibadah yang telah dilatih selama Ramadan terus dilanjutkan. Unisba berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki pemahaman keislaman yang mendalam serta berkarakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Rektor Unisba.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Miftah Farid menekankan bahwa silaturahmi merupakan bagian penting dari implementasi ketakwaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pengelolaan institusi pendidikan.

“Silaturahmi adalah konsekuensi dari keimanan dan menjadi indikator ketakwaan. Melalui semangat ini, kita diajak untuk saling memaafkan, menguatkan persaudaraan, serta meningkatkan dedikasi dan kontribusi dalam membesarkan Unisba agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Miftah.

Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual, guna menciptakan kampus yang berdampak dan berdaya saing global.

Kemdiktisaintek akan terus mendukung inisiatif perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis nilai, guna mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat luas.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang