Sibolga–Tim Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalankan program Mahasiswa Berdampak di Desa Aek Parombunan, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Para mahasiswa dan dosen pembimbing bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk membangun WASH Recovery Hub, sebuah sistem pemulihan akses air bersih layak pakai, Kamis (5/3).
Sebagai satu-satunya pelaksana program Mahasiswa Berdampak di Kota Sibolga, tim pelaksana UMSU merancang sistem filtrasi air yang ditenagai panel surya serta turut menyediakan konseling traumatik dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kami hadir sebagai pendatang berjumlah 50 orang, terus melakukan sosialisasi hingga banyak masyarakat yang akhirnya menerima kami. Luarannya adalah air bersih untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) serta air dengan filtrasi tinggi sehingga bisa menjadi air minum yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” jelas Hafidz, mahasiswa anggota tim pelaksana Mahasiswa Berdampak UMSU.
Untuk menemukan lokasi terdampak bencana, UMSU melaksanakan data tracking daring secara kuantitatif. Di Desa Aek Parombunan, ditemukan bahwa isu paling mendesak adalah ketersediaan air bersih, di mana dampak bencana menghancurkan enam hingga tujuh rumah dan memakan empat korban jiwa. Lebih jauh lagi, instalasi air bawah tanah patah sehingga distribusi air tidak berjalan.
WASH Recovery Hub dibuat berbasis sistem panel surya yang dapat disubstitusikan dengan arus listrik konvensional apabila kapasitasnya tidak mencukupi. Dilengkapi filtrasi air melalui berbagai proses dan bahan sedimentasi, sistem ini menghasilkan dua aliran air bersih, yakni air untuk MCK dan air untuk diminum.
“Hidup dimulai dengan ketersediaan air. Dengan adanya inovasi ini, masyarakat memiliki kepercayaan diri untuk bertahan hidup setelah selama dua bulan terakhir kesulitan mendapat air bersih. UMKM yang terdampak kembali bergairah, masyarakat terbiasa kembali hidup bersih dan sehat,” kata Ketua Tim Pelaksana Mahasiswa Berdampak UMSU, Faisal R. Dongoran.
Sejalan, tokoh masyarakat Desa Aek Parombunan, Yasido menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan mahasiswa UMSU yang telah menyediakan air bersih yang dapat diimplementasikan secara mandiri oleh warga setempat. Ia juga menyatakan harapan agar sistem filtrasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut ke area yang belum terjangkau.
“Terima kasih kepada Kemdiktisaintek serta dosen dan mahasiswa UMSU atas filtrasi air bersih yang telah selesai dilaksanakan. Kita perlihatkan bagaimana mahasiswa bisa kerjakan ini secara nyata dan benar-benar dimanfaatkan masyarakat Kota Sibolga,” ujar Yasido.
Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus mendorong perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa dalam inovasi teknologi tepat guna berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui program Mahasiswa Berdampak yang menyorot sinergi antarpihak, warga Sumatra yang terdampak bencana diharapkan dapat pulih dan berdaya sepenuhnya.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





