Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menghadiri peluncuran buku Indonesia Naik Kelas karya Dany Amrul Ichdan, yang digelar di Financial Hall, Graha CIMB Niaga. Buku ini menghadirkan gagasan strategis tentang kebangkitan ekonomi nasional melalui hilirisasi dan industrialisasi, untuk menuju Indonesia Emas 2045, Jumat (21/11).
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia serta perwakilan dari kalangan akademisi, pelaku industri, dan pemimpin organisasi. Buku ini menjadi kontribusi pemikiran penting dalam mengurai tantangan Indonesia yang hingga kini masih berada pada posisi negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan bahwa buku Indonesia Naik Kelas menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan lompatan pembangunan nasional, khususnya dalam transformasi teknologi, riset, dan peningkatan kompetensi generasi muda.
“Penguasaan teknologi, riset menjadi bagian yang dimasukkan dalam buku dan menjadi referensi. Dan penguasaan teknologi bersama-sama dengan koordinasi yang baik, akan menciptakan perubahan berdampak untuk bangsa kita, dan memang sedang dibutuhkan perubahan berdampak ini,” ujar Menteri Brian.
Lebih lanjut, Menteri Brian juga menyampaikan bahwa arah pembangunan nasional yang digambarkan dalam buku ini sejalan dengan visi Bapak Presiden Prabowo Subianto serta harapan seluruh rakyat Indonesia untuk mendorong bangsa naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi.
“Ini sangat sesuai dengan keinginan besar Bapak Presiden kita, Pak Prabowo Subianto, yang juga pastinya menjadi keinginan seluruh rakyat bahwa Indonesia harus naik kelas menjadi high income country,” tambah Menteri Brian.
Selain itu, Penulis Buku Indonesia Naik Kelas, Dany Amrul Ichdan menegaskan bahwa dunia pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan perubahan besar. Perguruan tinggi sebagai pusat keilmuan memiliki kebebasan akademik yang harus mampu melahirkan pemikiran baru, gagasan terobosan, serta keberanian merumuskan langkah baru menuju Indonesia yang lebih baik.
“Sebagai akademisi kita punya kebebasan akademik. Kita harus berani menata ulang dan memutuskan untuk menjadi lebih baik,” tegas Dany.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang menyoroti perjalanan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade terakhir serta tantangan pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Menteri Bahlil menilai bahwa transformasi Indonesia menuju negara maju tidak dapat dipisahkan dari kemampuan negara mengelola sumber daya dan mengubahnya menjadi instrumen peningkatan pendapatan nasional serta kesejahteraan rakyat.
Menteri Bahlil menambahkan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan progres positif. Indonesia memiliki kekuatan fundamental yang besar, namun membutuhkan perubahan cara pandang dan cara kerja untuk mempercepat lompatan pembangunan.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus tumbuh, terutama dalam upaya meningkatkan pendapatan nasional melalui pengelolaan sumber daya energi yang lebih baik. Sejak 2017 hingga 2021, proses transformasi ini berjalan sangat positif, dan kami berkomitmen menjaga momentum tersebut dengan kebijakan yang transparan dan terukur,” ujar Menteri Bahlil.
Kehadiran Mendiktisaintek dalam kegiatan peluncuran ini mencerminkan dukungan Kemdiktisaintek terhadap karya berdampak dan berkontribusi strategis bagi pembangunan bangsa. Melalui buku Indonesia Naik Kelas, gagasan mengenai hilirisasi, penguasaan teknologi, serta peningkatan pembangunan diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dan dunia pendidikan tinggi dalam menyongsong Indonesia sebagai negara maju menuju Indonesia Emas 2045.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif
.jpg&w=3840&q=75)





