Surbaya–Indonesia tengah memasuki fase penting menuju Indonesia Emas 2045, ketika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menentukan arah pembangunan bangsa. Namun, bonus demografi menjadi salah satu tantangan bangsa, di mana proporsi penduduk usia produktif (15–64 tahun) masih berada pada level tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia saat ini berada pada masa bonus demografi yang diproyeksikan berlangsung hingga sekitar tahun 2035.
Selain itu, di tengah perubahan dinamika global berbasis teknologi, polarisasi sosial, disrupsi digital, dan lemahnya kepekaan sosial, negara membutuhkan pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial, menjunjung nilai kemanusiaan, dan mampu mengelola perubahan.
Banyak calon pemimpin masa depan yang unggul secara intelektual, namun belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika masyarakat. Kesadaran ini mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat ekosistem pengembangan kepemimpinan mahasiswa melalui kegiatan Future Leaders Camp (FLC) 2025.
Melalui FLC 2025 Regional IV yang diikuti oleh 60 mahasiswa yang menjadi pemimpin muda dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu (19/11), Kemdiktisaintek menghadirkan serangkaian pembekalan, dialog kepemimpinan, dan refleksi kebangsaan yang dirancang untuk memperkuat karakter dan integritas mahasiswa.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, yang menegaskan pentingnya sensitivitas calon pemimpin terhadap masyarakat serta perlunya regenerasi kepemimpinan yang berlandaskan nilai moral dan kepedulian sosial. Wamen Fauzan menyoroti fenomena organisasi mahasiswa (ormawa) yang perlu didekatkan lagi dari kehidupan masyarakat, terutama dalam agenda pemberdayaan, dan mengingatkan bahwa sensitivitas sosial menuntut pemimpin untuk hadir, mendengar, dan merespons kebutuhan publik. Karena itu, organisasi mahasiswa harus tumbuh dan berkembang bersama rakyat agar setiap gerak dan programnya benar-benar memberi dampak nyata.
“Adik-adik saat ini sedang menjadi mahasiswa, tentu menjadi mahasiswa itu bukan hanya dihadapkan pada persoalan akademik, tidak hanya diajarkan hal-hal yang menyangkut kecerdasaan intelektual, tapi dengan saudara berorganisasi seperti ini, saudara diajarkan kecerdasan emosional, membangun sensitivitas sosial, dan sebagai seorang pemimpin ada satu hal yang tidak bisa ditinggalkan, yaitu kecerdasan spiritual,” ujar Wamen Fauzan.
Wamen Fauzan menambahkan, mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan—tepatnya generasi yang akan mengisi Indonesia Emas—harus mulai melihat jauh ke depan. “Sudah saatnya Anda tidak hanya memikirkan apa yang terjadi hari ini, tetapi apa yang akan terjadi di Indonesia pada masa mendatang. Dengan begitu, Anda harus menyiapkannya mulai dari sekarang. Dan FLC inilah salah satunya, ruang untuk menempa diri agar benar-benar siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja menjelaskan bahwa FLC adalah program strategis yang diharapkan mampu menjadi wadah regenerasi kepemimpinan nasional di kalangan mahasiswa, untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan, dan telah dilaksanakan di empat titik di Indonesia, dan terakhir akan dilaksanakan untuk Regional V di Bali.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Rektor UNESA Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center, Bambang Sigit Widodo menyatakan bahwa menjadi tuan rumah FLC 2025 adalah kehormatan sekaligus wujud kontribusi kampus dalam memperkuat ekosistem kepemimpinan nasional. UNESA berharap kegiatan ini menjadi ruang yang memupuk integritas, kolaborasi, dan wawasan kebangsaan mahasiswa.
Kemdiktisaintek mengajak seluruh mahasiswa, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk bergerak bersama memperkuat regenerasi kepemimpinan nasional. Indonesia membutuhkan pemimpin muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berempati, berkarakter, dan berkomitmen pada nilai kebangsaan.
Melalui FLC 2025, mari membangun ekosistem kepemimpinan yang mempersiapkan generasi yang siap memajukan Indonesia menuju 2045 dengan hati yang peka, pikiran yang jernih, dan komitmen kuat untuk melayani.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





