Lebih dari 2.500 Mahasiswa yang tergabung dalam 295 tim penerima pendanaan PPK Ormawa (Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan) mengikuti Sosialisasi Abdidaya Ormawa 2025 pada Selasa (30/9). Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan langkah, memperkuat pemahaman mekanisme penilaian, serta mendorong semangat pemberdayaan masyarakat melalui Ormawa.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen. Dikti, Beny Bandanadjaja, mengawali sambutannya dengan menegaskan kembali hakikat kampus berdampak.
“Paradigma kampus berdampak tidak dimaksudkan untuk mendorong kampus sebagai menara gading akademik, tetapi sebagai lokomotif perubahan sosial ekonomi dan lingkungan,” ujar Beny Bandanadjaja.
Ia melanjutkan Ormawa sebagai subjek utama pemberdayaan, harus fokus pada pemecahan masalah di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Sekaligus menciptakan dampak berkelanjutan di desa mitra.
Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 hadir sebagai puncak apresiasi bagi pihak yang berpengaruh dalam PPK Ormawa. Abdidaya Ormawa menghargai kinerja terbaik, inovasi dan dampak nyata dari program. Rangkaian pelaksanaan Abdidaya Ormawa yang meliputi pembukaan, expo, semiloka, sarasehan hingga penutupan, akan digelar Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.
Mekanisme Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 dilakukan melalui penilaian logbook (20%) dan PKP Nasional PPK Ormawa (80%), verifikasi lapangan (luring/daring), serta penilaian poster, video, dan stand expo. Prosesnya melingkupi analisis capaian tim, evaluasi internal, seleksi karya terbaik, hingga visitasi untuk memastikan kelayakan. Rangkaian penilaian ini menghasilkan skor akhir yang nantinya menjadi dasar penetapan peraih penghargaan di setiap kategori. Terdapat 8 kategori dengan total 176 penghargaan yang akan dianugerahkan.
Direktur Belmawa, Beny Bandanadjaja juga membagikan kiat-kiat penting untuk memperoleh Anugerah Abdidaya Ormawa 2025. Pertama, akuntabilitas dan administrasi yang ditandai dengan mengisi logbook secara rutin dan akurat, yang kedua kualitas capaian program terdiri atas kefokusan pada tujuan, luaran program, penggunaan dana yang proporsional dan keberlanjutan program di desa mitra, dan ketiga adalah dukungan perguruan tinggi.
Dalam Sosialisasi Abdidaya Ormawa 2025, serangkaian materi tentang Urgensi Abdidaya Ormawa 2025 sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan dan Hasil PPK Ormawa 2025 dibagikan para pemateri sebagai bekal para peserta dalam menjalani program. Dari sisi motivasi, salah satu pemateri, Illah Sailah mengajak para peserta untuk berpegang kepada 3 poin yaitu: “Bangun dampak positif, ukir prestasi, persembahkan untuk negeri,” jelas Illah.
Dalam materinya dari sisi keberlanjutan, salah satu Tim Pengembang PPK Ormawa 2025, Tipri Rose Kartika turut menambahkan pesan, “Dampak itu tidak hanya diukur dari pada periode program, tapi juga sejauh mana program ini dapat diteruskan masyarakat secara mandiri,” tegasnya.
Sosialisasi Abdidaya Ormawa melimpahkan pembekalan sekaligus motivasi berkarya bagi para katalisator perubahan. Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 dapat menjadi stimulus produktivitas, mendorong mahasiswa menjadi motor penggerak pembangunan desa serta mendukung pemerataan kemajuan bangsa.






