Menyemai Ketangguhan dan Harapan di Sekolah Garuda

Kabar

09 October 2025 | 14.28 WIB

Menyemai Ketangguhan dan Harapan di Sekolah Garuda

Magelang-Di balik Pengenalan Sekolah Garuda yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tersimpan beragam cerita pribadi yang mencerminkan makna sesungguhnya dari pendidikan. 

Andera Hendratmanto, siswa SMA Taruna Nusantara, dan Laksananing Mukti, seorang pamong (guru) yang mengabdikan diri di SMA Taruna Nusantara membagikan kisahnya pada Rabu (8/10) di Balairung Pancasila, SMA Taruna Nusantara.

Bagi Andera, perjalanan di sekolah tidak terbatas pada proses belajar di dalam kelas, tetapi juga tentang kepedulian pada realitas sosial di luar pagar sekolah. Ia yakin bahwa pendidikan yang berkualitas akan memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Pendidikan merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menciptakan mobilitas sosial, di mana masyarakat atau individu dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan kualifikasi tertentu,” ungkap Andera.

Dari refleksi itu, Andera menemukan gagasan besar yaitu mutu pendidikan yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang kompeten. 

Rasa ingin tahu yang besar membuat Andera tak ragu berdiskusi dengan pamong maupun pengurus sekolah.

“Mereka punya pengalaman dan ilmu yang luas, sehingga saya bisa memperkaya wawasan saya. Harapannya, saya bisa terus belajar untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Baginya, Sekolah Garuda hadir bukan hanya sebagai tempat belajar, melainkan untuk menciptakan generasi terbaik sebagai agen perubahan yang berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.

Ketangguhan: Bekal Perjalanan Hidup

Kisah lain datang dari Laksananing Mukti atau Naning, salah satu pamong atau guru yang turut membersamai perjalanan siswa di Sekolah Garuda Transformasi. Jika Andera melihat pendidikan sebagai pintu perubahan sosial, berbeda dengan Naning yang memaknai pendidikan sebagai perjalanan panjang pengabdian. Baginya, pengalaman masa SMA adalah titik balik yang membentuk kekuatan diri.

Saat SMA, Naning tumbuh dalam keluarga dengan tantangan besar. Kemudian, dari situ ia belajar arti kekuatan seorang perempuan.

“Ibu saya harus membesarkan kami sendirian karena ayah saya dinas jauh. Dari beliau, saya belajar bahwa seorang perempuan harus kuat dan tangguh. Sejak itu saya percaya bahwa ketekunan dan daya juang adalah kunci,” kenangnya.

Saat itu, kesempatan berkuliah sangat terbatas, Ia harus berjuang keras masuk ke universitas negeri. Hanya ada pilihan negeri atau tidak kuliah sama sekali. Mau tidak mau, Naning harus berjuang keras agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Kemudian, perjuangan itu berbuah manis dan membawanya hingga ke kampus negeri.

“Setelah S1, saya ingin S2, tapi tidak punya biaya. Alhamdulillah, berkat dukungan lembaga dan beasiswa, saya bisa mewujudkannya,” ujarnya penuh syukur.

Melalui Sekolah Garuda Transformasi, Naning melihat harapan yang sama kini bisa dirasakan oleh banyak anak dari berbagai latar belakang. Sekolah Garuda menjadi jembatan bagi mereka yang memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala biaya. Ia percaya, kesempatan yang diberikan melalui beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi bagi masa depan bangsa.

Sekolah Garuda: Wadah Mengawali Mimpi dan Harapan

Kisah Andera dan Naning menunjukkan bahwa pendidikan adalah sarana transformatif yang membuka jalan bagi perubahan hidup, baik bagi individu maupun masyarakat. 

Sekolah Garuda menjadi katalisator dari semangat tersebut. Sekolah garuda adalah sekolah berasrama jenjang SMA model berasrama dengan pendekatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). 

Bagi Andera, Sekolah Garuda adalah  bagian dari transformasi pendidikan Indonesia untuk menyiapkan generasi yang akan memimpin Indonesia Emas 2045. Bagi Naning, ini adalah kesempatan untuk mengembalikan apa yang dulu diperjuangkannya, yaitu memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh anak bangsa.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif #SekolahGaruda

/

5

Ulas Sekarang