Pembangunan Pendidikan Indonesia melalui Sekolah Unggul Garuda

Kabar

13 February 2026 | 13.45 WIB

Pembangunan Pendidikan Indonesia melalui Sekolah Unggul Garuda

Kotawaringin-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang mendukung program Sekolah Unggul Garuda, yang merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mencetak generasi muda Indonesia untuk mampu masuk ke kampus terbaik dunia, Jumat (13/2).


Siswa Sekolah Unggul Garuda berasal dari seluruh penjuru Indonesia dan memiliki latar belakang yang beragam. Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah berharap wilayahnya mampu berkontribusi dalam pengiriman siswa terbaik agar mengikuti ujian seleksi penerimaan murid baru Sekolah Unggul Garuda.


Pemerintah juga akan memberikan beasiswa kepada para lulusan Sekolah Unggul Garuda yang dapat lulus di kampus terbaik dunia, terutama bagi siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu.


“Apabila mereka mampu menembus top 100 universitas dunia dan mereka tidak mampu membayar, akan diberikan beasiswa penuh waktu kuliah,” ujar Wamen Stella.


Guna melancarkan generasi muda Indonesia agar mampu masuk kampus terbaik di dunia, Presiden Prabowo bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron melakukan kerja sama agar lulusan sekolah garuda dapat diterima di universitas terbaik di Prancis.


Dalam mencapai visi untuk memajukan pendidikan di Indonesia, Presiden Prabowo juga menggagas program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencukupi gizi anak-anak Indonesia. MBG diharapkan mampu meningkatkan prestasi akademik sekolah. Hal semacam ini juga sudah dilakukan negara-negara lain dan memiliki bukti secara ilmiah. 


Peninjauan Calon Lahan


Bupati Nurhidayah menyampaikan bahwa penentuan lokasi Sekolah Unggul Garuda di wilayahnya, mempertimbangkan berbagai aspek strategis. Pihaknya telah berkoordinasi dengan (Perusahaan Listrik Negara), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting yang telah ditetapkan sebagai cagar biosfer, yang juga berada di wilayah tersebut,  juga menjadi perhatian penting, guna memastikan keseimbangan antara pembangunan kawasan dan kelestarian lingkungan.

Kawasan ini merupakan salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan untuk dikembangkan di Indonesia. Kawasan ini difokuskan pada pengembangan industri berbasis kolaborasi dengan sektor swasta, sekaligus membuka potensi pengembangan energi terpadu yang berkelanjutan, bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang