Surabaya-Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 atau Indonesia Higher Education Summit (IHES) memasuki hari kedua di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, Kamis (20/11).
Setelah dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto kemarin, salah satu agenda hari ini berfokus pada diskusi krusial mengenai Riset Berdampak, Internasionalisasi, dan Peran Kampus dalam Pembangunan Berkelanjutan yang melibatkan pimpinan institusi pendidikan, peneliti, dan pengambil kebijakan. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria hadir sebagai narasumber kunci dan menekankan bahwa riset fundamental yang dilakukan perguruan tinggi wajib menghasilkan dampak nyata (impactful research) bagi masyarakat dan industri. Menurut Kepala BRIN, sudah saatnya perguruan tinggi berkolaborasi dengan para periset BRIN untuk menghadirkan solusi terapan yang relevan dengan tantangan nasional, khususnya dalam mendukung Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Arif Satria menegaskan bahwa arah riset dan inovasi ke depan harus semakin berdampak nyata bagi kemajuan ekonomi nasional. Untuk itu pihaknya mendorong penguatan kolaborasi lintas disiplin dan menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai Kepala BRIN ia menyampaikan bahwa BRIN memandang sinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) adalah hal yang sangat penting.
Arief Satria kemudian menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia tidak akan terlepas dari inovasi. Pernyataan ini didasarkan pada korelasi kuat yang terlihat secara global, yaitu hubungan langsung antara Global Innovation Index dengan PDB per kapita suatu negara. Menurutnya tidak ada cara lain, Indonesia harus agresif dalam mendorong inovasi untuk mencapai kemajuan ekonomi yang berkelanjutan.
Untuk mewujudkan hal itu Arief menekankan fokus utama adalah penguatan ekosistem ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.
"Perguruan tinggi menjadi aktor yang sangat penting dalam ekosistem riset dan inovasi ke depan, mengingat besarnya sumber daya yang mereka miliki. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi BRIN dan perguruan tinggi agar pertumbuhan ekonomi meningkat, sehingga kekuatan ekonomi kita benar-benar bertumpu pada inovasi,” terangnya.
Kolaborasi Riset Berdampak
Kolaborasi kuat antara BRIN dan perguruan tinggi menurut Kepala BRIN adalah strategi mutlak untuk memastikan inovasi menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita tidak boleh lagi berhenti pada riset untuk sains semata. Riset harus menjawab kebutuhan nyata, baik dalam kesehatan, pertanian, lingkungan, maupun sosial, dan menghasilkan manfaat yang luas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif juga mengajak para peserta KPPTI membuka akses kolaborasi dengan perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra internasional. Ia berharap fasilitas riset BRIN dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai hub riset dan pendidikan global.
“Fasilitas BRIN sangat maju, contohnya fasilitas hidrodinamika BRIN di Surabaya, adalah yang terbaik di Asia Tenggara. Sudah saatnya kita membuka ruang kolaborasi agar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bisa memanfaatkannya,” tuturnya.
Menurut Arif, BRIN memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan, energi, dan air. Tiga isu prioritas itu menjadi perhatian utama Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa riset dan inovasi di BRIN harus mampu memberikan solusi konkret terhadap tantangan-tantangan di sektor tersebut. Selain memperkuat arah riset, Arif juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun ekosistem riset yang solid. Ia menyampaikan bahwa BRIN memandang sinergi dengan Kemdiktisaintek adalah hal yang sangat penting.
Kampus sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 atau Indonesia Higher Education Summit (IHES) dan University Expo pada 19–21 November 2025 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mendiktisaintek menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat lebih jauh jika perguruan tinggi kita kuat, inklusif dan berdampak nyata. Dalam paparan bertajuk Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045, Menteri Brian menekankan bahwa KPPTI 2025 harus menjadi "lintasan kolaborasi nasional" untuk memperkuat peran strategis kampus sebagai motor penggerak bangsa. Ia mengingatkan para pimpinan kampus bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi menjadi "menara gading".
"Kita harus paham pola global yang terjadi, bahwa setiap negara maju memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang hebat. Kota yang unggul selalu ditopang perguruan tinggi kelas dunia, seperti yang kita lihat di California dengan Stanford University dan UC Berkeley. Oleh karena itu, Bapak/Ibu Rektor (harus, red) datangi industri, Pemda, UMKM, tanyakan apa yang bisa dilakukan dan didukung oleh sumber daya yang ada di kampus," tegas Menteri Brian.
Dengan demikian, menurut Menteri Brian Indonesia dapat unggul dengan kehadiran kampus-kampus yang kuat di bidang riset dan inovasi. Kampus-kampus tersebut akan membangun kota-kota di seluruh daerah di Indonesia, menjadi jantung pembangunan nasional.
Mendiktisaintek juga menyebut kolaborasi dengan industri sebagai "keniscayaan", demi mewujudkan pembangunan nasional yang kokoh. Mendiktisaintek menekankan perlunya pergeseran fokus riset dari sekadar publikasi ilmiah. Menuju arah tersebut, Menteri Brian meminta agar kampus juga mendukung penguatan delapan industri strategis nasional, yang telah ditetapkan pemerintah.
"Riset fundamental harus diperkuat, kerja sama industri harus diperkuat, dan kerja sama inovasi harus kita dorong. Utamanya dalam delapan industri strategis nasional yang menjadi fokus pembangunan, energi, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi, kesehatan, pangan, maritim, dan manufaktur maju. KPPTI 2025 adalah momentum kita bersama untuk memastikan perguruan tinggi di Indonesia bisa berdiri kokoh. Dengan kolaborasi solid, riset berorientasi hasil, dan akses pendidikan yang adil, saya percaya ini bisa jadi motor kemajuan bangsa,” tegas Menteri Brian.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif
#KPPTI2025






