Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional Berbasis Sains dan Teknologi

Kabar

12 October 2025 | 14.15 WIB

Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional Berbasis Sains dan Teknologi

Yogyakarta - Pertumbuhan ekonomi nasional berbasis sains dan teknologi dimulai dari peran aktif perguruan tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah. Hal ini menjadi pesan utama dalam Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI V) di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Rabu (8/10).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Agustus lalu, sekaligus menjadi ajang konsolidasi ilmuwan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat jejaring inovasi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan, M. Fauzan Adziman, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso hadir selaku perwakilan Kemdiktisaintek. Turut hadir perwakilan dari pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, serta para peneliti dan inovator perguruan tinggi dari berbagai bidang ilmu di wilayah Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Dirjen Fauzan menegaskan bahwa arah riset nasional saat ini difokuskan untuk memberikan dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi, bagi masyarakat.

“Delapan bidang fokus riset kita diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi keilmuan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat dimensi sosioekologi. Harapannya, riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan bermuara pada pengabdian bagi masyarakat,” ujar Dirjen Fauzan.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Dirjen Fauzan menekankan bahwa penguatan sains dan teknologi merupakan bentuk investasi strategis yang sangat penting bagi masa depan bangsa.

“Ide besarnya, kita ingin mengubah ROI (Return on Investment) menjadi SROI (Social Return on Investment), agar hasil riset benar-benar memberikan dampak sosial yang nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Yos Sunitiyoso menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam memperkuat hilirisasi hasil riset.

“Melalui program pendanaan hilirisasi yang kami rancang, kami ingin mendorong kerja sama lintas bidang ilmu baik, STEM maupun Soshum, agar hasil riset benar-benar dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini juga memfasilitasi diskusi para pemangku kepentingan yang akan berfokus pada delapan bidang prioritas nasional, yaitu ketahanan pangan, kesehatan, energi, hilirisasi industri, pertahanan, maritim, digitalisasi, serta material maju dan manufaktur.

Menurut Kepala LLDIKTI V, Setyabudi Indartono, forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi sains dan teknologi terhadap pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk menegaskan kembali posisi Yogyakarta sebagai kawasan ilmu pengetahuan dan inovasi nasional. Perguruan tinggi berperan sebagai motor penggerak ekonomi dan peningkatan daya saing bangsa,” ujarnya.

Dari pemerintah daerah, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis riset.

“Kewirausahaan perguruan tinggi berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing regional. Komitmen ini perlu diikuti dengan aksi nyata dalam bentuk kolaborasi triple helix antara akademisi, pemerintah, dan industri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha semakin kuat, sehingga pengembangan sains dan teknologi di perguruan tinggi dapat mendorong pertumbuhan daerah dan selanjutnya berkontribusi dalam pembangunan nasional.

/

5

Ulas Sekarang